Berita Terbaru :
Rekam Cewek Sedang Mandi di Klub Kebugaran, Cleaning Service Mall Diamankan Polisi
Rekam Cewek Sedang Mandi di Klub Kebugaran, Cleaning Service Mall Diamankan Polisi
Untuk UMKM Sektor Usaha Mikro Rp 2.4 Triliun, Koperasi Rp 224.45 Milyar
Bupati Pacitan Imbau Waspadai Potensi Tsunami 20 Meter di Pesisir Selatan Jawa
Masa Pandemi Yang Berimbas Pada Ekonomi Menambah Angka Penyebab Penceraian
Antisipasi Gelombang Tsunami, Pemerintah Lumajang Pasang Lima Alat Pendeteksi Dini
Kantor KPID Jawa Timur Ditutup Pasca Salah Satu Komisioner Meninggal Karena Covid 19
Klarifikasi Kapolres Blitar Terkait Resignya Kasat Sabhara
Mantan Perangkat Desa Menggelar Aksi Di Depan DPRD
Polisi Perairan Fasilitasi Pembelajaran Daring Masyarakat Pesisir
Pengadaan Mobil Alphard Buat Bupati di Era Pandemi
Dilakukan Pencarian Selama 2 Hari, Korban Laka Air Remaja 14 Tahun Diketemukan
Pj Bupati Sidoarjo Akan Tancap Gas Dan Akan Menambah Jumlah Ruang Isolasi
Terpeleset Seorang Ibu Tewas Dilindas Truk Boks
1 ASN Meninggal Dunia Terpapar Covid-19
   

DPRD Jatim Minta Jembatan Timbang Harus Segera Diaktifkan Kembali
Peristiwa  Rabu, 29-01-2020 | 14:46 wib
Reporter : Ayul Andhim
Surabaya pojokpitu.com, Pembiayaan perbaikan jalan nasional yang mengalami kerusakan akibat adanya truk yang melebihi muatan cukup besar mencapai Rp 43 triliun, persoalan ini sangat membebani pemerintah. Salah satu solusi untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan pengaturan tonase atau muatan.

Namun selama ini tidak bisa berjalan maksimal, sehingga yang bisa mengatasi masalah tersebut dengan cara kembali mengaktifkan jembatan timbang.

Banyaknya jalan nasional yang rusak akibat masih banyaknya truk-truk yang over kapasitas atau kelebihan muatan, menjadi persoalan yang perlu diselesaikan.

Kuswanto, Ketua Komisi D DPRD Jatim, mengatakan, karena pemerintah setiap tahun harus mengeluarkan anggaran pembiayaan jalan rusak mencapai Rp 43 triliun, hal ini sangat membebani pemerintah. "Salah satu solusi yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pengaturan tonase atau muatan barang," ujar Kuswanto.

Namun selama ini tidak bisa berjalan maksimal, sehingga salah satu cara adalah dengan kembali mengaktifkan jembatan timbang, namun yang jadi persoalan jembatan timbang sekarang diambil alih oleh pemerintah pusat.

Komisi D DPRD meminta jembatan timbang kembali diserahkan ke Jatim.

Dari puluhan jembatan timbang yang ada saat ini  hanya 9 yang jembatan yang siap beroperasi, adanya truk yang over muatan ini juga berdampak kepada jalan tol, dan rawan dengan terjadinya kecelakaan lantaran laju kendaraanya tidak bisa mencapai kecepatan yang maksimal. (yos)

Berita Terkait

DPRD Jatim Minta Jembatan Timbang Harus Segera Diaktifkan Kembali

PAD Jembatan Timbang Turun, Dishub Klaim Pelanggaran Berkurang

Pungli Dishub Terekam Video Anggota Dewan Yang Menyamar
Berita Terpopuler
Diduga Salahgunakan Kewenangan Untuk Kepentingan Paslon Nomer 1, KIPP Laporkan R...selanjutnya
Pilkada  7 jam

Laka Adu Jangkrik, Satu Tewas Empat Luka-Luka
Peristiwa  13 jam

Pengadaan Mobil Alphard Buat Bupati di Era Pandemi
Peristiwa  6 jam

Dilakukan Pencarian Selama 2 Hari, Korban Laka Air Remaja 14 Tahun Diketemukan
Malang Raya  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber