Berita Terbaru :
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Pramesty Ardita Cahyani, Mahasiswa Lamongan Dikarantina di Wuhan China
Pantura  Selasa, 28-01-2020 | 11:03 wib
Reporter : Ahmad Zainuri
Lamongan pojokpitu.com, Pramesty Ardita Cahyani, mahasiswa Unesa, Surabaya, warga Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, masih menjalani proses karantina di Wuhan, provinsi Hubei, China.

Pasca serangan virus corona, pihak keluarga resah dengan kondisi  Pramesty Ardita Cahyani. Keluarga berharap pihak pemerintah Indonesia, melalui KBRI di China, segera memulangkannya karena khawatir sebaran virus tersebut  menular.

Keberadaan Pramesty di Wuhan, dalam rangka memperdalam ilmu bahasa mandarin. Mahasiswa semester akhir Universitas Surabaya ini sudah 6 bulan berada di China. Pramesty bersama 12 mahasiswa Unesa lainnya menimbulkan kekhawatiran keluarga, karena pramestyberada di daerah peyebaran virus corona.

Berdasarkan penuturan keluarganya di Desa Brondong, Kecamatan Brondong, kondisi pramestyhingga saat ini dalam kondisi sehat dan tidak terpapar virus corona.

Hanya saja saat ini dia harus mejalani karantina disebuah ruangan khusus bersama 12 mahasiswa Unesa, asal Indonesia. Perlakuan karantina ini guna menghindari penularan virus corona yang berbahaya.

Pihak keluarga saat ini masih menunggu rencana kepulangan Pramesty, yang rencananya akan pulang  pada 3 Februari 2020, karena masa tugas belajarnya selesai. "Namun pihak keluarga berharap, supaya pramesty  segera bisa  dipulangkan untuk menghindari penularan virus coronan yang ganas tersebut," kata Ely Riyatin.

Masih menurut keluarganya, jika nanti Pramesty dipulangkan, seluruh barang miliknya harus ditinggal. "Hal ini untuk meghidari penyebaran virus yang menempel  dibarang barang Pramesty masuk ke Indonesia," imbuhnya.

Pihak keluarga juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak rektor Unesa dan menurut keluarga, pihak universitas juga sudah melakukan langkah cepat dengan menghubungi KBRI di China, untuk meminta bantuan pemulangan mahasiswa Unesa di China secepat mungkin.

Pihak keluarga berharap, kepulangan Pramesty bisa lebih cepat dari agenda kepulangan sebelumnya.  Sehingga keluarga tidak menahan cemas seperti yang dialami saat ini. Keluarga berdoa semoga kondisi kekebalan tubuh Pramesty dalam kondisi membaik, sehingga tidak rentan tertular virus corona. (yos)

Berita Terkait

Pasien Positif Virus Corona Dijemput Paksa

Peneliti Unair Temukan Mutasi Virus Corona

Belum Aman Dari Covid, Sebaran Pasien di Jatim Masih Naik Turun

Jumlah Pasien Terconfirmasi Covid 19 Ponorogo Melejit
Berita Terpopuler
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Teknologi  5 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  11 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  9 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber