Berita Terbaru :
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Seharusnya Pemberi dan Penerima Jasmas yang Dijadikan Terdakwa
Hukum  Selasa, 28-01-2020 | 09:25 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Darmawan, mantan anggota DPRD Surabaya yang menjadi terdakwa korupsi proyek jasmas mendapat angin segar, 2 ahli hukum dari UWK berpendapat bila seharusnya terdakwa Darmawan tak seharusnya diadili. Justru seharusnya pemberi dan penerima proyek jasmaslah yang seharusnya diadili.

Keterangan tersebut diungkapkan 2 ahli hukum perdata dan pidana, Umi Enggarsasi dan Edy Krisharyanto, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (27/1) sore. Menurutnya, terdakwa Darmawan, mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2015 ini, seharusnya tak diadili dengan pasal 55 KUHP.

Herman Hidayat, penasehat hukum terdakwa Darmawan, menjelaskan, hal ini dikarenakan peran terdakwa Darmawan yang merupakan anggota DPRD, hanya membantu pemkot dan warga. Justru seharusnya yang diadili adalah pemberi atau penerima proyek jasmas.

"Anehnya, hingga saat ini tak ada satupun dari pejabat di Pemkot Surabaya selaku pemberi proyek yang dijadikan tersangka oleh Kejari Tanjung Perak," kata Herman Hidayat.

Sekedar diketahui, dalam dakwaan disebutkan bila terdakwa Darmawan berperan merekomendasikan 69 proposal nama-nama RT  penerima proyek jasmas kepada narapidana Agus Setiawan Tjong, yang telah divonis 6 tahun penjara.

Akibat perbuatan terdakwa yang merupakan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 ini, negara dirugikan sebesar Rp 1,211 miliar.

Terdakwa darmawan didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 undang-undang nomor 31 tahun 2019 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto pasal 55 ayat 1 KUHP. (yos)

Berita Terkait

Mengejutkan, Ratih Bebas, Syaiful dan Dini Divonis 18 Bulan

3 Anggota DPRD Kota Surabaya Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Dituntut 3 Tahun Penjara, Binti Rochma Mengaku Kecewa

Korupsi Jasmas, Sugito Mantan Anggota DPRD Surabaya Divonis 1,8 Tahun Penjara
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  12 jam

Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Teknologi  5 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  10 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber