Berita Terbaru :
Empat Bulan Didirikan, RS Lapangan Kogabwilhan II Sembuhkan 2.016 Pasien Covid-19
Pemkot Surabaya Sulap Lahan 7 Hektar BTKD Jeruk Jadi Agrowisata
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Viral, Bakal Calon Bupati Sidoarjo Berikan Bantuan Rp 1 Milyar ke NU
Kampung Wisata Lingkungan, Manfaatkan Kelor Sebagai Kuliner Pendongkrak Imun
   

Kurangi Ketergantungan Gadget, Pondok Pesantran Gelar Dolanan Tradisioanal
Tempo Doeloe  Senin, 27-01-2020 | 20:08 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Untuk melestarikan permainan tradisional anak di era milenial, yang mulai hilang oleh permainan modern seperti gadget. Salah satu Pondok Pesantren di Pasuruan, gelar festival dolanan tradisional anak diikuti ribuan peserta dari pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Jawa Timur.

Selain untuk melestarikan permainan tradisional yang banyak mengandung nilai filosofi, kegiatan inijuga untuk mengurangi ketergantungan anak sekolah terhadap permainan gadget.

Ribuan pelajar yang berasal dari SD dan SMP se Jawa Timur, mengikuti festival dolanan tradisional, di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah, Kota Pasuruan.

Sebanyak 13 jenis permainan tradisional, dimainkan dalam festival dolanan tradisional ini, diantaranya permainan bola tembak, benteng-bentengan, gobak sodor, serta lomba patil lele.

Seperti di arena lomba bola tembak yang mengandalkan kecepatan dan ketepatan dalam menembakkan bola. Nampak seluruh peserta bersemangat saling berebut dan menembakkan bola kepada lawan, meski dalam situasi di bawah panas terik matahari.

Sementara di arena permainan benteng-bentengan, yang mengandalkan kekuatan fisik, nampak semua pemain bersemangat beradu tangkas, kejar-kejaran, hingga berbenturan dengan lawan main.

Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Ustadzah Widad Bariroh, mengatakan, dolanan tradisional ini digelar dengan tujuan untuk melestarikan permainan tradisional anak, yang kini mulai hilang oleh permainan digital gadget yang saat ini digemari anak sekolah.

Sementara, salah satu peserta putri festival dolanan tradisional, Aisyah, mengaku, harus belajar cara bermain dan latihan selama berberapa minggu. Pasalnya, meski permainan ini terbilang sudah jadul, namun bagi anak sekarang seperti permainan yang baru.

Setelah mengikuti festival dolanan tradisional anak ini, diharapkan para peserta sudah dapat mengurangi ketergantungan pada gadget, karena permainan tradisonal anak ini, mengandung banyak nilai filosofi, seperti kejujuran, sportivitas, serta bekerjasama dengan orang lain. (yos)

Berita Terkait

Hibur Anak Anak, Polisi Ajak Anak Sekolah Bermain Permainan Tradisional

Melestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu di Bulan Ramadhan

Sekelompok Pemuda Trenggalek Lestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu

Kurangi Ketergantungan Gadget, Pondok Pesantran Gelar Dolanan Tradisioanal
Berita Terpopuler
Pemkot Surabaya Sulap Lahan 7 Hektar BTKD Jeruk Jadi Agrowisata
Metropolis  2 jam

Kampung Wisata Lingkungan, Manfaatkan Kelor Sebagai Kuliner Pendongkrak Imun ...selanjutnya
Life Style  5 jam

Viral, Bakal Calon Bupati Sidoarjo Berikan Bantuan Rp 1 Milyar ke NU
Pilkada  4 jam

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber