Berita Terbaru :
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Kurangi Ketergantungan Gadget, Pondok Pesantran Gelar Dolanan Tradisioanal
Tempo Doeloe  Senin, 27-01-2020 | 20:08 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Untuk melestarikan permainan tradisional anak di era milenial, yang mulai hilang oleh permainan modern seperti gadget. Salah satu Pondok Pesantren di Pasuruan, gelar festival dolanan tradisional anak diikuti ribuan peserta dari pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Jawa Timur.

Selain untuk melestarikan permainan tradisional yang banyak mengandung nilai filosofi, kegiatan inijuga untuk mengurangi ketergantungan anak sekolah terhadap permainan gadget.

Ribuan pelajar yang berasal dari SD dan SMP se Jawa Timur, mengikuti festival dolanan tradisional, di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah, Kota Pasuruan.

Sebanyak 13 jenis permainan tradisional, dimainkan dalam festival dolanan tradisional ini, diantaranya permainan bola tembak, benteng-bentengan, gobak sodor, serta lomba patil lele.

Seperti di arena lomba bola tembak yang mengandalkan kecepatan dan ketepatan dalam menembakkan bola. Nampak seluruh peserta bersemangat saling berebut dan menembakkan bola kepada lawan, meski dalam situasi di bawah panas terik matahari.

Sementara di arena permainan benteng-bentengan, yang mengandalkan kekuatan fisik, nampak semua pemain bersemangat beradu tangkas, kejar-kejaran, hingga berbenturan dengan lawan main.

Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Ustadzah Widad Bariroh, mengatakan, dolanan tradisional ini digelar dengan tujuan untuk melestarikan permainan tradisional anak, yang kini mulai hilang oleh permainan digital gadget yang saat ini digemari anak sekolah.

Sementara, salah satu peserta putri festival dolanan tradisional, Aisyah, mengaku, harus belajar cara bermain dan latihan selama berberapa minggu. Pasalnya, meski permainan ini terbilang sudah jadul, namun bagi anak sekarang seperti permainan yang baru.

Setelah mengikuti festival dolanan tradisional anak ini, diharapkan para peserta sudah dapat mengurangi ketergantungan pada gadget, karena permainan tradisonal anak ini, mengandung banyak nilai filosofi, seperti kejujuran, sportivitas, serta bekerjasama dengan orang lain. (yos)

Berita Terkait

Melestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu di Bulan Ramadhan

Sekelompok Pemuda Trenggalek Lestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu

Kurangi Ketergantungan Gadget, Pondok Pesantran Gelar Dolanan Tradisioanal

Gelorakan Dolanan Tradisional di Tengah Serbuan Permainan Online
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  12 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  11 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  10 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber