Berita Terbaru :
Angin Kencang Disertai Hujan Deras Rusak Puluhan Rumah Warga
Empat Rumah Warga Ludes Terbakar
Diduga Mengantuk, Truck Box Tabrak Warung dan Motor, 3 Tewas
Knight Floorball Club Pantau Perkembangan Pemain Lewat Aplikasi ALSC
Lembah Indah Ngajum Ditargetkan Mampu Menjadi Wisata Alam Kelas Internasional
Pertama Kalinya, Piaggio MP3 500 HPE Sport Advanced Punya Gigi Mundur
Kemenag Bakal Bangun Kantor Layanan Haji di Arab Saudi
5 Pembalap Korban MotoGP Catalunya
Sepuluh Pilkada Paling Menarik Perhatian
Ini Pesan Mahfud MD untuk Pemuda Muhammadiyah
California Larang Penjualan Mobil Bensin Mulai 2035
Gubernur Jawa Timur Sosialisasi Bermasker di Lumajang
Diduga Bunuh Diri, Artis Cantik Ditemukan Meninggal Dunia
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
   

Sidang Perdana 2 Terdakwa Ambruknya SDN Gentong Tanpa Pendampingan Penasehat Hukum
Hukum  Senin, 27-01-2020 | 16:25 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Dua terdakwa kasus ambruknya SDN Gentong Pasuruan disidangkan, agenda sidang kali ini pembacaan dakwaan, terkait peristiwa yang mengakibatkan dua korban tewas dan belasan lain korban alami luka. Dalam sidang perdana ini, kedua terdakwa menolak didampingi penasehat hukum, mereka memilih menjalani seluruh rangkaian sidang sendiri.

Sidang dakwaan terdakwa kasus ambruknya sdn gentong di mulai pada pukul 12:00 dan selesai pukul 13: 22 Wib, di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Kota Pasuruan.

Kedua terdakwa yakni Dedy Maryanto (39) warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo dan Sutaji Efendi (56) warga Kebonsari Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan.

Dalam sidang perdana ini kedua terdakwa menolak didampingi penasehat hukum. Keduanya memilih menjalani rangkaian sidang sendiri, meski begitu sidang dakwaan tetap dilaksanan oleh hakim yang dipimpin hakim ketua Rahmat Dahlan.

Dalam dakwaan jaksa penyntut umum, Hifdi, kejadian ambruknya sdn gentong berawal dari sebuah kontruksi bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan.

Dengan pelaksanaannya dilakukan pada 5 November 2012 sampai 28 Desember 2012. Selanjutnya pada tanggal 5 november 2019 sekolah tersebut ambruk ,dan memakan 2 korban jiwa guru dan murid dan sejumlah siswa lainnya alami luka.

Kedua terdakwa, dianggap melanggar pasal 359 dengan maksimal hukuman 5 tahun, dan kemudian juga melanggar pasal 360 ayat 2 maksimal hukuman 9 bulan penjara. (yos)

Berita Terkait

Lapuk Dan Tahah Gerak, Bangunan SDN Ambruk

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun

Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi
Berita Terpopuler
Standar Ganda Pemkot Surabaya: IBL Ditolak, Turnamen Armuji Diberi Izin
Sepak Bola  11 jam

Diduga Bunuh Diri, Artis Cantik Ditemukan Meninggal Dunia
Infotainment  11 jam

Gubernur Jawa Timur Sosialisasi Bermasker di Lumajang
Peristiwa  9 jam

Sepuluh Pilkada Paling Menarik Perhatian
Pilkada  6 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber