Berita Terbaru :
KPU Surabaya Temukan Banyak Alamat Pendukung Tidak Lengkap
Arif Fathoni Calon Kuat Ketua DPD 2 Golkar Surabaya
13 Pasien Covid 19 Sembuh Disambut Yel Yel Marinir
Lestarikan Budaya, Komunitas Dalang Gelar Wayangan Online
Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Kematian Bocah di Irigasi Membuat Orang Tua Shock
Berkat Minum Ramuan Probiotik, 41 Pasien Covid-19 Sembuh
Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Polda dan Bonek Siap Hijaukan Surabaya Dari Covid 19
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
   

Terkait Dugaan Penipuan Investasi Tambang Pasir, Oknum Perangkat Desa Dilaporkan Polisi
Peristiwa  Minggu, 26-01-2020 | 18:01 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Oknum perangkat desa di Kabupaten Kediri terpaksa dilaporkan polisi atas dugaan penipuan investasi usaha tambang pasir. Pada usaha tersebut, investor akan mendapatkan keuntungan 50 persen dari modal usaha, tapi kenyataanya berbeda dari kesepakatan. Mirisnya, di tengah perjuangan korban memperoleh haknya, usaha tambang pasir tersebut justru tidak beroperasi lagi.

HDC, oknum perangkat Desa Pesing Kecamatan Purwoasri Kediri, diadukan ke polisi karena diduga telah melakukan penipuan dalam usaha tambang pasir. HDC diadukan oleh Agus Salim warga Desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, pada Jumat kemarin.

Diketahui, selain sebagai perangkat desa, HDC juga sebagai pengelola usaha tambang pasir di Kecamatan Kunjang Kediri. Karena merasa ditipu, korban mengadukan oknum perangkat tersebut ke polisi.

Kasus tersebut bermula ketika pada tanggal 5 November 2018 lalu, teradu menawari investasi usaha kepada korban. Kemudian kedua belah pihak menjalin kesepakatan, yang tertuang pada surat perjanjian dengan disaksikan dua orang saksi.

Yunita Rafika, kuasa hukum korban mengatakan, kliennya menginvestasikan uang Rp 200 juta dan dijanjikan akan mendapatkan keuntungan separuhnya. Pada perjalanannya, kerjasama tersebut tidak terealisasi.

Secara keseluruhan, korban belum menerima haknya senilai Rp 80 juta dari teradu. Saat ini, izin usaha pertambangan yang dikelola teradu telah berakhir. Dengan demikian pembayaran kepada korban juga terhenti. Ketika ditagih korban selalu menghindar.

Kasus ini dalam proses tindak lanjut oleh Polres Kediri.(end)





Berita Terkait

Terkait Dugaan Penipuan Investasi Tambang Pasir, Oknum Perangkat Desa Dilaporkan Polisi
Berita Terpopuler
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Sosok  3 jam

Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Peristiwa  2 jam

Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan
Metropolis  14 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  9 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber