Berita Terbaru :
Cegah Covid-19, Ormas Lakukan Penyemprotan Disinfectan Swadaya
Ini Alasan Penting Tidur Cukup Bagi Penderita Diabetes
Pencuri Bersajam Bawa Kabur Sepeda Motor Usai Satroni Kampung
Pedagang Diduga Terpapar Covid-19, Pasar Grosir Surabaya Ditutup
Mendapat Protes Pedagang, PD Pasar Surya Tetap Menutup Pasar Kapasan
Untuk Mengetahui Stok Darah Aman di Jatim, Gubernur Sidak ke Kantor PMI Jatim
Rusunawa Milik Pemkab Lamongan Disiapkan Untuk Ruang Isolasi Covid 19
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penundaan Penutupan
Pengalihan Arus Surabaya-Ponorogo dan Sebaliknya
Dinas Pendidikan Jatim Minta Gedung SD Jadi Ruang Isolasi Pemudik
Tanah Gerak, 5 Rumah Warga Ponorogo Dikosongkan
Kendaraan yang Terlambat Bayar Pajak Selama 5 Tahun Bebas Denda
Warga Tetap Protes Kendaraan Berat Mengaspal di Jalan Raya Munggut
Longsor, Batu Raksasa Tutup Jalan Raya Ngebel
Tidak Ada Penutupan Jalan, Hanya Dibuat Satu Arus
   

Unik, Pasutri Tekuni Menjahit Kostum Wayang Potehi
Pantura  Minggu, 26-01-2020 | 04:13 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Pekerjaan pasangan suami istri di Jombang ini memang sedikit langka. Sejak puluhan tahun silam mereka menekuni profesi sebagai penjahit kostum wayang potehi. Tahun baru imlek inipun pesanan kostum mungil bermotif Tiongkok ini meningkat untuk kebutuhan panggung hiburan.

Di kios sederhana di Desa Kauman Kecamatan Ngoro Jombang inilah pasangan Alfan (56) dan Aslikah (46) menekuni profesinya sebagai penjahit kostum wayang potehi. Untuk menyelesaikan pesanan kostum di tahun baru Imlek ini Aslikah terus membuat sketsa kostum sesuai pesanan. Sketsa ini dipakai sebelum diobras dan dijahit.
 
Kain yang sudah digambar sesuai pesanan langsung diobras. Tangan perempuan ini menggerakan jarum mesin obras sesuai sketsa  yang sudah dibuatnya. Sementara sang suami Alfan menyelesaikan jahit untuk pelengkap seperti bagian tangan dan aksesoris lainnya.
 
Aslikah mengaku sudah menekuni usaha jahit kostum kesenian asal Tiongkok ini sejak 2011. Awalnya, dia sempat ragu saat pertama kali ditawari kerjaan ini namun setelah di coba akhirnya dia menyukainya. Setiap hari bersama suaminya dia bisa menyelesaikan satu hingga dua kostum.
 
Kostum apakah yang tersulit, Aslikah mengaku kostum jendral yang paling sulit dikerjakan. Karena harus menggunakan kain khusus dan jahit timbul. Untuk ongkos biasanya paling mudah dihargai Rp 50 ribu dan paling mahal bisa mencapai Rp 100 ribu.

Di tahun baru Imlek ini, Aslikah mengaku memang ada peningkatan pemesanan namun karena tenaga yang dimilikinya terbatas, maka dia kerjakan sesuai kemampuannya.(end)






Berita Terkait

Unik, Pasutri Tekuni Menjahit Kostum Wayang Potehi
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  10 jam

Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Peristiwa  9 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  14 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  22 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber