Berita Terbaru :
KPU Surabaya Temukan Banyak Alamat Pendukung Tidak Lengkap
Arif Fathoni Calon Kuat Ketua DPD 2 Golkar Surabaya
13 Pasien Covid 19 Sembuh Disambut Yel Yel Marinir
Lestarikan Budaya, Komunitas Dalang Gelar Wayangan Online
Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Kematian Bocah di Irigasi Membuat Orang Tua Shock
Berkat Minum Ramuan Probiotik, 41 Pasien Covid-19 Sembuh
Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Polda dan Bonek Siap Hijaukan Surabaya Dari Covid 19
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
   

Serangan Tikus di Sekitar Jalan Tol Semakin Parah
Mataraman  Minggu, 26-01-2020 | 00:11 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Serangan hama tikus di areal pertanian sekitar jalan tol trans jawa semakin parah. Binatang pengerat tersebut tak hanya menyerang tanaman padi, tetapi juga menyerang tanaman cabai. Dampaknya, banyak petani mengalami kerugian.

Salah satunya di Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Banyak tanaman padi rusak akibat serangan hama tikus, yang sebagian bersarang di area jalan tol trans jawa. 

Selain tanaman padi, hama tikus juga menyerang tanaman cabai tampar siap panen milik Mulyono. Binatang pengerat tersebut, merusak buah  cabai siap panen. Selain tikus, banyak buah juga diserang larva lalat buah, sehingga busuk.

Kombinasi serangan hama tikus dan lalat buah, membuat hasil panen cabai tampar berkurang. "Dari lahan seperempat hektar, biasanya dihasilkan sekitar 2 kuintal buah cabai, dengan  proses panen dilakukan 4 hari sekali. Sekarang , hasil sekali panen, hanya sekitar 1 kuintal saja," kata Suryani.
 
Dari sekitar 1000 hektar, areal pertanian di desa gemarang, serangan hama tikus telah merusak berbagai tanaman, dengan luas mencapai ratusan hektar. Dari 8 dusun, 5 dusun terjadi serangan hama tikus. Sunarni, Kepala Desa Gemarang, mengatakan, sudah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan hama tikus, namun hasilnya belum optimal. 

Serangan hama tikus di Kabupaten Ngawi, tak hanya terjadi di sekitar jalan tol trans jawa tetapi menyebar di berbagai wilayah. Belum diketahui penyebab berlebihnya populasi hama tikus, sehingga tingkat serangannya sulit dikendalikan. (yos)





Berita Terkait

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah

Antisipasi Serangan Hama Tikus Petani Nekat Pasang Setrum Listrik Walaupun Berbahaya

Basmi Hama Tikus, Petani Ngawi Gunakan Burung Hantu

Cegah Serangan Tikus, Petani Pagari Sawah dengan Galvalum
Berita Terpopuler
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Sosok  3 jam

Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Peristiwa  2 jam

Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan
Metropolis  14 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  8 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber