Berita Terbaru :
Belajar di Pos Ronda Demi Mendapat Wifi Gratis
Pemkot Janji Segera Lunasi Anggaran Pilkada Surabaya
15 Hektar Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat
Gus Ipul Masih Perlu Waktu untuk Menjawab Soal Maju Pilkada Kota Pasuruan
Surabaya Turun Status Jadi Zona Oranye
Diduga Kurang Hati - Hati , Pria Tak Dikenal Tabrak kereta
Pengambilan Paksa Jenazah Diduga Covid-19 Terjadi Lagi
Happy Ending, Pemkot Akhirnya Perbolehkan Pekerja Seni Kembali Tampil
Susah Sinyal, Guru dan Siswa Belajar Jarak Jauh Lewat HT
Pertahankan Tanah Suaminya, Istri Salim Kancil Diperiksa Polda Jatim
Polisi Rekrut Puluhan Sopir Angkot Untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Penumpang
Sampai 10 Agustus Ini, Pembayaran Wajib Pajak Sudah Mencapai Rp 1 Triliun Lebih
Era Normal Life Wajib Lakukan Protokol Kesehatan di Wisata Coba Jahe
KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
   

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Metropolis  Sabtu, 25-01-2020 | 20:13 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Perayaan tahun baru Imlek identik dengan kesenian barang sai atau angpau. Namun di Kampung Pecinan Jalan Kapasan Dalam Surabaya, peringatan Imlek dirayakan dengan cara tradisi unjung - unjung. Konon tradisi ini sudah ada sejak turun temurun.

Suasana perkampungan pecinan di Jalan Kapasan Dalam Surabaya, saat perayaan tahun baru Imlek, sungguh akrab. Kampung yang berada tepat di belakang Kelenteng Boenbio ini, masih menjaga tradisi leluhur yaitu unjung - unjung atau berkunjung ke rumah orang tua, tetangga maupun berkunjung di rumah saudara lebih tua.

Karena setiap tahunnya, Kampung Kapasan Dalam ini selalu ramai kedatangan sanak keluarga mereka yang masih kerabat keturunan Tionghoa. Seperti di rumah almarhum Bapak Na Whie Hin, Jalan Kapasan Dalam Gang 1.

Di rumah ini, setiap perayaan Imlek keluarga besarnya selalu berkumpul. Mereka mengaku tetap menjalankan tradisi leluhurnya yaitu unjung - unjung. Roni Hartono, salah satu menantu dari almarhum Keluarga Na Whie Hin mengatakan jika tradisi tersebut masih dijaga hingga sekarang.

Sementara, Lauw Soen Gwan atau Gunawan Djaya Seputra, tokoh masyarakat Kampung Kapasan Dalam mengatakan, tidak hanya di saat tahun baru Imlek. Tradisi unjung - unjung ini juga dilakukan saat perayaan Idul Fitri oleh warga setempat. "Meski mayoritas warga di kampung ini banyak dihuni warga Tionghoa, namun mereka tetap menjalankan tradisi dengan saling menghormati, terutama kepada warga muslim," tutur Gunawan Djaya Seputra.

Selain itu, di Kampung Kapasan Dalam juga terdapat punden yang masih dijaga dengan rapi oleh warga setempat. Bahkan budaya Jawa tetap dilestarikan, karena setiap Suroan di kampung ini selalu menggelar pertunjukan wayang kulit.(end)





Berita Terkait

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam

Warga Tionghoa Gelar Bakti Sosial di Klenteng Tri Darma Pay Lien
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  21 jam

Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Peristiwa  6 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  10 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber