Berita Terbaru :
Truk Terjebak Banjir Lahar Gunung Semeru
KPU Surabaya Segera Gelar Debat Publlik Pada 4 November
Banyaknya Kendaraan Pribadi, Trayek Pedesaan Hampir Punah
Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Eksotisme Goa Ngerong yang Dihuni Ribuan Ikan dan Kelelawar
Sarung Kain Batik Tulis Jetis Sidoarjo Ramai Dipesan
Menikmati Bakso Lobster Saat Libur Panjang
Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Seikhlasnya
Selama Juni, PMI Surabaya Sudah Menerima 282 Pendonor Plasma Untuk Penderita Covid-19
Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Long Weekend, KWJ Mulai Dipadati Wisatawan
Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
   

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Metropolis  Sabtu, 25-01-2020 | 20:13 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Perayaan tahun baru Imlek identik dengan kesenian barang sai atau angpau. Namun di Kampung Pecinan Jalan Kapasan Dalam Surabaya, peringatan Imlek dirayakan dengan cara tradisi unjung - unjung. Konon tradisi ini sudah ada sejak turun temurun.

Suasana perkampungan pecinan di Jalan Kapasan Dalam Surabaya, saat perayaan tahun baru Imlek, sungguh akrab. Kampung yang berada tepat di belakang Kelenteng Boenbio ini, masih menjaga tradisi leluhur yaitu unjung - unjung atau berkunjung ke rumah orang tua, tetangga maupun berkunjung di rumah saudara lebih tua.

Karena setiap tahunnya, Kampung Kapasan Dalam ini selalu ramai kedatangan sanak keluarga mereka yang masih kerabat keturunan Tionghoa. Seperti di rumah almarhum Bapak Na Whie Hin, Jalan Kapasan Dalam Gang 1.

Di rumah ini, setiap perayaan Imlek keluarga besarnya selalu berkumpul. Mereka mengaku tetap menjalankan tradisi leluhurnya yaitu unjung - unjung. Roni Hartono, salah satu menantu dari almarhum Keluarga Na Whie Hin mengatakan jika tradisi tersebut masih dijaga hingga sekarang.

Sementara, Lauw Soen Gwan atau Gunawan Djaya Seputra, tokoh masyarakat Kampung Kapasan Dalam mengatakan, tidak hanya di saat tahun baru Imlek. Tradisi unjung - unjung ini juga dilakukan saat perayaan Idul Fitri oleh warga setempat. "Meski mayoritas warga di kampung ini banyak dihuni warga Tionghoa, namun mereka tetap menjalankan tradisi dengan saling menghormati, terutama kepada warga muslim," tutur Gunawan Djaya Seputra.

Selain itu, di Kampung Kapasan Dalam juga terdapat punden yang masih dijaga dengan rapi oleh warga setempat. Bahkan budaya Jawa tetap dilestarikan, karena setiap Suroan di kampung ini selalu menggelar pertunjukan wayang kulit.(end)





Berita Terkait

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam

Warga Tionghoa Gelar Bakti Sosial di Klenteng Tri Darma Pay Lien
Berita Terpopuler
Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Sei...selanjutnya
Sosok  8 jam

Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Peristiwa  10 jam

Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Life Style  4 jam

Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
Covid-19  12 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber