Berita Terbaru :
Drainase Jelek, Pabrik PSI Disidak Bupati
Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
LPT Unair Berhenti Layani Pemeriksaan Spesimen 14 Hari Ke Depan
Terseret Banjir Kali Lamong Dua Orang Meningal Dunia
Puluhan Warga Surabaya Serukan Aksi Tolak PSBB Jilid 3
New Normal Tak Pengaruhi Pembelajaran Praktikum Mahasiswa FK
Pemkot Bantah Cuitan Viral Seorang Dokter di Twitter
Tim Labfor Olah TKP Lokasi Kejadian Tewasnya 2 Bocah Dalam Mobil
Peduli Terhadap Warga yang Terdampak Pandemi Dengan Sediakan Lapak Gratis
Perketat Arus Balik Polda Jatim Sekat Perbatasan
Rumah Sakit Darurat Siap Difungsikan
Jalur Poros dan SPBU di Pantura Terpantau Sepi
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Jokowi Minta Tambahkan Personil TNI Polri Untuk Turunkan Kurva Covid 19 di Jatim
Disinyalir Penyandang Dana Buat Balon, Seorang ASN Diperiksa Polisi
   

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Metropolis  Sabtu, 25-01-2020 | 20:13 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Perayaan tahun baru Imlek identik dengan kesenian barang sai atau angpau. Namun di Kampung Pecinan Jalan Kapasan Dalam Surabaya, peringatan Imlek dirayakan dengan cara tradisi unjung - unjung. Konon tradisi ini sudah ada sejak turun temurun.

Suasana perkampungan pecinan di Jalan Kapasan Dalam Surabaya, saat perayaan tahun baru Imlek, sungguh akrab. Kampung yang berada tepat di belakang Kelenteng Boenbio ini, masih menjaga tradisi leluhur yaitu unjung - unjung atau berkunjung ke rumah orang tua, tetangga maupun berkunjung di rumah saudara lebih tua.

Karena setiap tahunnya, Kampung Kapasan Dalam ini selalu ramai kedatangan sanak keluarga mereka yang masih kerabat keturunan Tionghoa. Seperti di rumah almarhum Bapak Na Whie Hin, Jalan Kapasan Dalam Gang 1.

Di rumah ini, setiap perayaan Imlek keluarga besarnya selalu berkumpul. Mereka mengaku tetap menjalankan tradisi leluhurnya yaitu unjung - unjung. Roni Hartono, salah satu menantu dari almarhum Keluarga Na Whie Hin mengatakan jika tradisi tersebut masih dijaga hingga sekarang.

Sementara, Lauw Soen Gwan atau Gunawan Djaya Seputra, tokoh masyarakat Kampung Kapasan Dalam mengatakan, tidak hanya di saat tahun baru Imlek. Tradisi unjung - unjung ini juga dilakukan saat perayaan Idul Fitri oleh warga setempat. "Meski mayoritas warga di kampung ini banyak dihuni warga Tionghoa, namun mereka tetap menjalankan tradisi dengan saling menghormati, terutama kepada warga muslim," tutur Gunawan Djaya Seputra.

Selain itu, di Kampung Kapasan Dalam juga terdapat punden yang masih dijaga dengan rapi oleh warga setempat. Bahkan budaya Jawa tetap dilestarikan, karena setiap Suroan di kampung ini selalu menggelar pertunjukan wayang kulit.(end)





Berita Terkait

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam

Warga Tionghoa Gelar Bakti Sosial di Klenteng Tri Darma Pay Lien
Berita Terpopuler
Cluster Pabrik Rokok, 1 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Covid-19  4 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  16 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  17 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  15 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber