Berita Terbaru :
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji Terancam Rugi Puluhan Juta
TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerintah
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
   

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 25-01-2020 | 07:30 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Tuban, semakin meroket tak terkendali. Komoditas bumbu dapur itu kini beberapa kali mengalami lonjakan harga, hingga menembus Rp 80 ribu perkilogram, mahalnya harga cabai membuat omzet penjualan pedagang turun 75 persen.

Sejak akhir Desember 2019 lalu, harga cabai terus melambung tinggi. Bahkan, setelah perayaan tahun baru, harganya tidak kunjung turun.

Salah satunya seperti terpantau di pasar baru Kabupaten Tuban, Jumat pagi. Harga berbagai jenis cabai semakin meroket tak terkendali. "Lonjakan harga telah terjadi berulang kali selama sebulan terakhir," ucap Daliyatun, salah satu pedagang cabai.

Cabai rawit merah misalnya, kini telah menembus harga Rp 80.000 Perkillogram. Lalu cabai rawit hijau naik menjadi Rp 40.000 perkilogram. "Sementara cabai merah keriting dijual dengan harga Rp 55.000 perkilogram," imbuh Daliyatun.

Mahalnya harga menyebabkan omzet penjualan pedagang menurun hingga 75 persen. "Sebab banyak pelanggan mengurangi belanja, jika biasanya sehari mampu menjaual 35 kilogram, maka kini hanya 10 an kilogram," ujarnya.

Kenaikan harga diduga dipicu minimnya pasokan, karena sejumlah daerah penghasil mengalami gagal panen. Lonjakan harga ini diperkirakan masih akan berlangsung, dan semakin parah. Pedagang dan masyarakat berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga. (yos)

Berita Terkait

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram

Pedagang Pasar Wonokromo Keluhkan Naiknya Harga Cabe

Harga Cabai Meroket Hingga Rp 85 Ribu Per Kg
Berita Terpopuler
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  10 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  7 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  6 jam

TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerinta...selanjutnya
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber