Berita Terbaru :
KPU Surabaya Segera Gelar Debat Publlik Pada 4 November
Banyaknya Kendaraan Pribadi, Trayek Pedesaan Hampir Punah
Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Eksotisme Goa Ngerong yang Dihuni Ribuan Ikan dan Kelelawar
Sarung Kain Batik Tulis Jetis Sidoarjo Ramai Dipesan
Menikmati Bakso Lobster Saat Libur Panjang
Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Seikhlasnya
Selama Juni, PMI Surabaya Sudah Menerima 282 Pendonor Plasma Untuk Penderita Covid-19
Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Long Weekend, KWJ Mulai Dipadati Wisatawan
Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
   

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 25-01-2020 | 07:30 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Tuban, semakin meroket tak terkendali. Komoditas bumbu dapur itu kini beberapa kali mengalami lonjakan harga, hingga menembus Rp 80 ribu perkilogram, mahalnya harga cabai membuat omzet penjualan pedagang turun 75 persen.

Sejak akhir Desember 2019 lalu, harga cabai terus melambung tinggi. Bahkan, setelah perayaan tahun baru, harganya tidak kunjung turun.

Salah satunya seperti terpantau di pasar baru Kabupaten Tuban, Jumat pagi. Harga berbagai jenis cabai semakin meroket tak terkendali. "Lonjakan harga telah terjadi berulang kali selama sebulan terakhir," ucap Daliyatun, salah satu pedagang cabai.

Cabai rawit merah misalnya, kini telah menembus harga Rp 80.000 Perkillogram. Lalu cabai rawit hijau naik menjadi Rp 40.000 perkilogram. "Sementara cabai merah keriting dijual dengan harga Rp 55.000 perkilogram," imbuh Daliyatun.

Mahalnya harga menyebabkan omzet penjualan pedagang menurun hingga 75 persen. "Sebab banyak pelanggan mengurangi belanja, jika biasanya sehari mampu menjaual 35 kilogram, maka kini hanya 10 an kilogram," ujarnya.

Kenaikan harga diduga dipicu minimnya pasokan, karena sejumlah daerah penghasil mengalami gagal panen. Lonjakan harga ini diperkirakan masih akan berlangsung, dan semakin parah. Pedagang dan masyarakat berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga. (yos)

Berita Terkait

Musim Penghujan, Harga Cabai dan Bawang Merah Naik

Harga Cabe Menurun Petani Merugi

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah
Berita Terpopuler
Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Sei...selanjutnya
Sosok  7 jam

Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Peristiwa  9 jam

Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Life Style  3 jam

Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
Covid-19  11 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber