Berita Terbaru :
Razia Kos, Petugas Amankan 3 Pasangan Bukan Suami Istri, Salah Satunya Seorang Pegawai Negeri
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Kantor DPPKAD Ponorogo
Terekam CCTV, Kawanan Pengamen Gondol Motor di Minimarket
1 Pegawai Meninggal dan 12 Positif, Kantor Pajak Ponorogo Di-Lock Down
Jelang Pemungutan Suara, Pemprov Jatim Gelar Rakor Kesiapan Pilkada 9
Diduga Belum Berizin, Proyek Diamond Village Juanda Disoal Warga
Sisir 18 Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjut Atas Kasus Penelantaran Bayi
Kasus Covid 19 Ponorogo Meningkat Signifikan
Tertimpa Dahan Pohon, Pengendara Motor Kritis
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Balita Korban Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal
Humas Pemkot Sanggah Walikota Malang Terpapar Covid-19
Banjir Bandang Surut Warga Bersih-Bersih
Jalur Pantura dan Rumah Warga Terendam Banjir Bandang
   

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 25-01-2020 | 07:30 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Tuban, semakin meroket tak terkendali. Komoditas bumbu dapur itu kini beberapa kali mengalami lonjakan harga, hingga menembus Rp 80 ribu perkilogram, mahalnya harga cabai membuat omzet penjualan pedagang turun 75 persen.

Sejak akhir Desember 2019 lalu, harga cabai terus melambung tinggi. Bahkan, setelah perayaan tahun baru, harganya tidak kunjung turun.

Salah satunya seperti terpantau di pasar baru Kabupaten Tuban, Jumat pagi. Harga berbagai jenis cabai semakin meroket tak terkendali. "Lonjakan harga telah terjadi berulang kali selama sebulan terakhir," ucap Daliyatun, salah satu pedagang cabai.

Cabai rawit merah misalnya, kini telah menembus harga Rp 80.000 Perkillogram. Lalu cabai rawit hijau naik menjadi Rp 40.000 perkilogram. "Sementara cabai merah keriting dijual dengan harga Rp 55.000 perkilogram," imbuh Daliyatun.

Mahalnya harga menyebabkan omzet penjualan pedagang menurun hingga 75 persen. "Sebab banyak pelanggan mengurangi belanja, jika biasanya sehari mampu menjaual 35 kilogram, maka kini hanya 10 an kilogram," ujarnya.

Kenaikan harga diduga dipicu minimnya pasokan, karena sejumlah daerah penghasil mengalami gagal panen. Lonjakan harga ini diperkirakan masih akan berlangsung, dan semakin parah. Pedagang dan masyarakat berharap pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga. (yos)

Berita Terkait

Harga Cabai Merah Besar dan Keriting Naik

Musim Penghujan, Harga Cabai dan Bawang Merah Naik

Harga Cabe Menurun Petani Merugi

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun
Berita Terpopuler
Satu Keluarga Terseret Air, Satu Bayi Belum Ditemukan
Peristiwa  7 jam

Banjir Bandang Genangi Jalan Propinsi Pengendara Nekat Terobos Arus Banjir
Peristiwa  6 jam

Laskar Sakera dan DPAC Barisan Kader Gus Dur Bantur Siap Amankan Pilkada dan Duk...selanjutnya
Politik  11 jam

Gunung Semeru Terus Keluarkan Guguran Lava
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Tebing Dipadat Pemukiman Longsor, Rumah Warga Nyaris Ambruk
Pojok Pitu

Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Tergenang Banjir
Jatim Awan

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber