Berita Terbaru :
Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Prajurit Koarmada II Gelar Karbak di Bangkalan
Sidang Pelanggar Protokol Kesehatan Mulai Diberlakukan, Pelanggar Harus Membayar Denda
Operasi Masker Dengan Sanksi Sosial Masih Diterapkan
Kampanyekan Gebrak, Polres Bojonegoro Bagikan 20 Ribu Masker
Menjaga Tradisi Warga Gelar Lomba Layang Layang
Pendeta Cabuli Anak Bawah Umur Divonis 10 Tahun Penjara
Sedot Duit Debitur Rp 2,1 M Untuk Keperluan Judi, Karyawan BRI Diborgol Jaksa Tipikor
Aktivis Forum Kota Gresik Demo Di depan Pintu Masuk JIIPE
Demo Pemain Seni Jaranan, Diwarnai Aksi Kesurupan
500 Guru se-Surabaya Jalani Tes Swab
Gubernur Jatim Lantik Teno Jadi Walikota Pasuruan
Satu Tersangka Terpapar Covid 19, Seluruh Pegawai BNNK Kota Mojokerto Jalani Tes Swab
15 Pegawai Rumah Sakit Swasta di Lamongan Terinfeksi Covid 19
Tidak Hanya Untuk SD - SMP, Siswa PAUD dan TK Bakal Kebagian Kuota Gratis
Gus Muhdlor Ali Galang Dukungan Kaum Milenial
   

Harga Cabe Naik, Pedagang Makanan Ikut Mengeluh
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 25-01-2020 | 03:24 wib
Reporter : Selvy Wang
Dari harga semula hanya Rp 20 ribu perkilogram, kini harga cabe merangkak terus hingga angka Rp 70 ribu perkilogram. Pedagang pun mengeluh keuntungan penjualannya ikut berkurang. Foto Selvy wang
Surabaya pojokpitu.com, Dampak naiknya harga cabe rawit yang cukup signifikan, membuat resah pedagang nasi. Kenaikan harganya dirasakan sejak awal tahun 2020.

Harga cabe rawit di kisaran Rp 70 ribu perkilogram, serta harga cabe merah Rp 60 ribu per kilogram, meresahkan banyak masyarakat. Khususnya mereka yang harus membeli dengan jumlah besar untuk berjualan makanan. Salah satunya seperti Wulani, pedagang nasi yang sehari - hari berjualan di kawasan Ketintang Surabaya.

Wulani mengaku sejak awal tahun 2020 , harga cabe rawit mulai naik dari awalnya Rp 30 ribu kilogram hingga sekarang mencapai  Rp 70 ribu kilogram. Bahkan di pasar tradisional kecil, harga cabe rawit mencapai Rp 80 ribu kilogram. "Padahal setiap hari saya harus membeli minimal 2 kilogram cabe rawit, untuk memasak berbagai masakan tradisional jawa," kata Wulani.

Kenaikan harga cabe cukup meresahkan pedagang seperti dirinya. Untuk menaikan harga jual nasinya pun tidak mungkin, karena tidak ingin mengecewakan pelanggan.

Meski resah, Wulani menyadari bahwa harga cabe rawit naik dari tingkat petani dampak musim hujan. Sehingga panen tergganggu. Namun berharap harga cabe rawit dan cabe merah dapat kembali normal. (pul)

Berita Terkait

Ayo Dukung Kementan Mengantisipasi Jatuhnya Harga Cabai di Tengah Pandemi

Harga Cabai Turun Drastis, Petani Banyak Merugi

Harga Cabe Naik, Pedagang Makanan Ikut Mengeluh

Harga Cabai Naik Drastis Menjadi Rp 65 Ribu Perkilogram
Berita Terpopuler
Sedot Duit Debitur Rp 2,1 M Untuk Keperluan Judi, Karyawan BRI Diborgol Jaksa Ti...selanjutnya
Hukum  5 jam

Bus Sugeng Rahayu Tabrak Pohon, 4 Terluka
Peristiwa  9 jam

Demo Ricuh, Pemasok Kayu Tagih Hutang Miliaran Rupiah Kepada Bondowoso Indah Pl...selanjutnya
Peristiwa  9 jam

Bacok Polisi, Satreskoba Tembak Mati Dua DPO Narkoba
Metropolis  12 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber