Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Terlambat Datang, Peserta SKD CPNS Siap-Siap Didiskualifikasi
Sabtu, 25-01-2020 | 02:15 wib
Oleh : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Panitia seleksi daerah (Panselda) Kota Madiun tidak mentoleransi keterlambatan kedatangan peserta, saat mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS nantinya. Jika ada yang terlambat, konsekuensinya akan langsung terdiskualifikasi dan dinyatakan tidak lulus.

Sesuai ketentuan peserta wajib datang 1 jam di lokasi tes sebelum pelaksanaan SKD untuk registrasi dan verifikasi kepesertaan. Hal itu untuk mencegah munculnya Joki atau peserta yang mengerjakan soal ujian dengan bantuan orang lain. Apabila peserta terlambat, konsekuensinya peserta tersebut harus siap-siap di diskualifikasi.

Kepala BKD Kota Madiun, Haris Rahmanudin, mengimbau, seluruh peserta SKD CPNS di Kota Madiun untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan. "Peserta diminta mengecek kembali jadwal tes agar tidak keliru sehingga siap melaksanakan seleksi," kata Haris Rahmanudin.

Haris menjelaskan, saat mengikuti seleksi peserta diwajibkan membawa kartu tanda peserta dan kartu pengenal atau KTP.
berdasarkan data, SKD nanti diikuti 3.781 peserta, seleksi berlangsung selama 5 hari, mulai Senin (27 Januari 2020) hingga Kamis (30 Januari 2020) di Gedung Gcio Diskominfo Kota Madiun. (yos)

Berita Terkait


Peserta Mengaku Soal Tes SKD CPNS Ponorogo Sangat Sulit

Lebih Dari 6 Ribu Peserta Ikuti Tes CPNS

Tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Pemkot Surabaya Mulai Digelar Hari Ini

Wakil Bupati Gresik Membuka Tes CPNS Yang Diikuti Oleh 25 Ribu Lebih Peserta


Ratusan Komputer Telah Siap Digunakan Untuk Tes Kompetensi Dasar CPNS di Gresik

Antisipasi Joki Tes CPNS, Pemeriksaan Diperketat

Pemkab Magetan Siapkan 5 Ruang Buat Tes CPNS

Walikota Tinjau Pelaksanaan SKD CPNS 2020
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber