Berita Terbaru :
Atrian Panjang Saat Uji Coba Tiket Kapal Online Pelabuhan Ketapang
Satlantas Polres Madiun Kota Cek Posko Mudik Observasi Covid 19
PSBB 19 Titik Dihentikan, Pemkot Akan Evaluasi
Penumpang Kereta Terancam Tidak Bisa Naik, Jika Tidak Gunakan Masker
Gubernur Jatim Sebut Pengajuan PSBB Harus Memiliki Plan Of Action
KOI Jatim Bantu 22 Ton Beras ke Gubernur Jatim
Cek Kesehatan Penumpang dan Awak Bis, Petugas Temukan Dua Penumpang Bis ODP
Pemkab Ponorogo Akan Kucurkan Sembako Senilai Rp 200 Ribu
Kerap Bertengkar, Istri Diduga Nekat Curi Mobil Milik Suami
Tebing Longsor, Lalu Lintas Jatim Jateng Terganggu
Peternak Ayam Petelur Mulai Kehilangan Pelanggan
Satreskrim Polres Ngawi Bekuk Pelaku Pencurian Gabah
Spesialis Pencuri Toko Pakaian Lintas Kota Ditembak Polisi
Tim Medis Terus Pantau Kesehatan 3 Pasien Positif Corona Ponorogo
Covid Apalagi
   

Jelang Imlek, Pembuat Kue Keranjang Kebanjiran Pesanan
Icip - Icip  Jum'at, 24-01-2020 | 16:46 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Kue keranjang biasa dibawa saat sembahyang menyambut tahun baru Imlek di kelenteng, dengan maksud untuk keselamatan. Foto Muji
Sidoarjo pojokpitu.com, Tahun baru imlek membawa berkah tersendiri bagi warga keturunan Tionghoa. Salah satunya warga Sidoarjo yang selalu kebanjiran pesanan kue keranjang saat menjelang perayaan tahun baru Imlek tiba.

Pada masa dulu, warga Tionghoa biasa membuat sendiri kue keranjang tersebut. Namun di era maju seperti saat ini, warga Tionghoa lebih praktis memilih membeli.

Tidak mudah memang mencari warga keturunan Tionghoa yang masih eksis membuat kue keranjang. Di Sidoarjo, warga yang masih setia membuat ke keranjang adalah Tok Swie Gieok (80). Warga yang tinggal di Jalan Raden Patah Sidoarjo ini, sudah 40 tahun menjalani bisnis membuat kue keranjang.

Seperti kue pada umumnya, kue keranjang dibuat dari bahan campuran. Di antaranya tepung ketan, karamel dan gula yang sudah diencerkan. "Proses pembuatannya juga tidak sulit, yaitu tepung ketan diaduk bercampur karamel dan gula. Setelah itu, adonan tersebut kemudian dikukus selama 4 jam," kata Tok Swie Gieok.

Hanya saja, saat membuat kue keranjang, ternyata ada pantangan tertentu bagi si pembuatnya. Di antaranya, tidak pada saat datang bulan, atau ada kerabat yang meninggal dunia.

Pada saat menjelang imlek seperti sekarang ini, Tok Swie Gieok banyak kebanjiran pesanan. Selama beberapa hari menjelang imlek, dia menghabiskan sedikitnya setengah ton tepung ketan. Lebih dari seribu biji kue keranjang buatannya, habis dibeli atau dipesan menjelang Imlek. Kue keranjang buatannya banyak dipesan hingga dari luar kota, seperti Bali dan Makasar. (pul)

Berita Terkait

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Libur Imlek Bongkar Muat di Pelabuhan Rakyat Gresik Sepi

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Berita Terpopuler
Nekat Pulang Kampung, 65 orang Dikarantina di Hotel Selama 14 Hari
Covid-19  8 jam

Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  17 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  20 jam

Keterlaluan, Baru Bebas Progam Asimilasi, Lalu Dimassa Lagi Karena Curi Motor
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber