Berita Terbaru :
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Depresi Ditinggal Mati, Pengedar Narkoba Konsumsi Pil Untuk Menghilangkan Bayangan Istrinya
Mataraman  Jum'at, 24-01-2020 | 16:45 wib
Reporter : Mohammad Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Alasan untuk menghilangkan bayangan istrinya yang meninggal, seorang pengedar narkoba di Blitar nekat mengkonsumsi narkoba. Bahkan, dalam sehari pelaku mengkonsumsi 6 butir sehari.

Marsim, warga Desa Gembongan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, langsung digelendang Satresnarkoba Polres Blitar. Pria berumur 44 tahun ini ditangkap petugas karena menjadi pengedar narkoba.

Uniknya pelaku ini tidak hanya mengedarkan narkoba, namun mengkonsumsi narkoba untuk menghilangkan bayangan istrinya yang baru saja meninggal.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang-bukti berupa delapan ribu lebih butir pil dobel L, yang dikemas dalam delapan kantong plastik siap edar.

Di depan petugas pelaku berdalih, mengkonsumsi narkoba untuk menenangkan fikiran, setelah istrinya meninggal sebulan yang lalu. Sedangkan narkoba ia edarkan ke para pelanggan yang datang ke rumahnya.

Kasatreskoba Polres Blitar, AKP Didik Suhardi, mengatakan, pelaku selama ini menjadi target pihaknya, karena sering mengedarkan narkoba.  "Pelaku ditangkap di rumahnya beserta barang-bukti. Barang haram tersebut didapatkan pelaku dari bandar di wilayah Kediri," ucap AKP Didik Suhardi.

Pelaku akan dijerat pasal berlapis 196 dan 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (yos)

Berita Terkait

Penyelundupan 3 Kg Sabu Dari Malaysia Melalui Bandara Juanda Berhasil Digagalkan

Tersangka Terduga Pengedar Narkoba Ditangkap di Warung Kopi

24 Pengedar dan Kurir Narkoba Diringkus Polisi

Sepi Kerjaan, Pegawai Bengkel Nekat Nyabu
Berita Terpopuler
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Teknologi  5 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  11 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  9 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber