Berita Terbaru :
   

Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden
Peristiwa  Jum'at, 24-01-2020 | 02:08 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Sampai saat ini provinsi Jawa Timur masih menunggu keputusan yang pasti baik dari Presiden maupun Gubernur Papua, mengenai adanya pengurangan 13 cabor dari Jatim.

Banyak atlit yang menangis dengan adanya keputusan tersebut, karena para atlit sudah berlatih selama 3 tahun ini untuk persiapan PON di Papua dan sekarang lagi masuk finalisasi.

Namun sampai saat ini belum ada keputusan yang pasti baik dari Presiden, juga gubernur Papua terkait pengurangan 13 atlit tersebut.

Erlangga Satriagung, Ketua Koni Jatim, mengatakan, para atlit sendiri sudah melakukan persiapan selama 3 tahun ini dan biayanya yang dikeluarkan juga sudah sangat besar.

"Maka akan menjadi tidak berguna uang yang sudah di keluarkan untuk pembinaan atlit, saat ini Koni Jatim masih menunggu keputusan dari gubernur papua selaku pelaksana Pon," ujar Erlangga Satriagung.

Sementara itu menangapi hal tersebut, anggota komisi E DPRD Jatim berharap, 13 atlit yang tidak di pertandingkan bisa di pertandingkan di provinsi lain.

Berbagai upaya juga terus dilakukan oleh Komisi E dengan berkoordinasi dengan Kemenpora dan Koni pusat, seharusnya provinsi Papua sudah siap bila memang sudah di tunjuk sebagai pelaksana Pon.

Terkait keputusan 13 atlit tersebut masih menunggu PP yang keluar dari Presiden. (yos)

Berita Terkait

Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden

Jatim Siap Menjadi Tuan Rumah Pendamping Pon

PSSI Jatim Menjanjikan Berangkat Umroh Jika Mendapatkan Medali Emas
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber