Berita Terbaru :
Petugas PMK Menyelamatkan Kucing Terjebak di Pipa Paralon Saluran Air
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Harga Cabai Meroket Hingga Rp 85 Ribu Per Kilogramnya
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 24-01-2020 | 01:13 wib
Reporter : Samsul Alim
Bojonegoro pojokpitu.com, Harga cabai di pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro, terus melambung tinggi. Kenaikan harga terjadi beberapa kali sejak 2 pekan terakhir hingga menembus Rp 85 ribu perkilogram, terutama jenis cabe rawit.

Pedagang menduga kenaikan harga cabe, terjadi karena berkurangnya pasokan cabe dari petani, akibat dampak cuaca buruk, serta curah hujan tinggi.

Melambungnya harga cabe tersebut, seperti yang terpantau di Pasar Kota Kabupaten Bojonegoro. Harga cabai melonjak drastis sejak 2 pekan terakhir setelah tahun baru.

Kenaikan harga bahkan terjadi sebanyak lima kali, dari kisaran harga Rp 35 ribu perkilogram, kini sudah menembus harga Rp 85 ribu perkilogramnya, terutama cabe rawit.

Sementara untuk cabe rawit , saat ini berada dikisaran Rp 85 ribu perkilogram atau naik drastis dari harga sebelumnya, cabe plompong atau merah besar, saat ini mencapai Rp 60 ribu per kilogram.

Kartini, pedagang di pasar setempat mengaku, naiknya harga cabe yang cukup signifikan ini diduga akibat menipisnya stok cabe di pasaran, menyusul dampak cuaca buruk dan curah hujan tinggi. "Sehingga pasokan yang datang dari petani di daerah penghasil, menjadi turun dan terhambat," kata Kartini.

Mahalnya harga beberapa komoditas tersebut membuat pedagang resah, sebab omzet mereka turut mengalami penurunan hingga mencapai 30 persen dibanding hari biasa.

Salah seorang pembeli, Lizza, mengatakan, bahwa kenaikan hargai cabai saat ini membuat dirinya resah, dirinya menuturkan bahwa cabai merupakan salah satu bahan masakan yang pokok baginya, Lizza berharap semoga kenaikan harga cabai ini cepat berangsur turun.

Para pedagang memperkirakan, tingginya harga cabe dan bawang ini, diperkirakan akan berlanjut, setidaknya hingga satu sampai 2 pekan mendatang. (yos)

Berita Terkait

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  12 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  3 jam

Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  1 jam

Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Pendidikan  6 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber