Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Vonis Hakim Terhadap ZA Dinilai Tidak Tepat
Kamis, 23-01-2020 | 19:33 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Malang terhadap ZA, pelajar yang membunuh pelaku begal, dengan hukuman 1 tahun pembinaan, dinilai praktisi hukum tidak tepat. Hakim seharusnya membebaskan ZA dengan mempertimbangkan Pasal 49 Ayat 1 bukan Pasal 351 Ayat 3 KUHP, seperti dalam tuntutan jaksa penuntut umum.

Sejumlah praktisi hukum di Surabaya menilai vonis satu tahun pembinaan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Malang, terhadap ZA, pelajar yang membunuh pelaku begal, dinilai tidak tepat. Dalam putusannya, seharusnya hakim mempertimbangkan Pasal 49 Ayat 1 KUHP, bukan Pasal 351 Ayat 3.

"Hal ini dikarenakan, terdakwa ZA melakukan perbuatan tersebut untuk membela diri dan bukan karena kesengajaan untuk membunuh pelaku begal. Perbuatan ZA sesuai dengan Pasal 49 ayat 1 KUHP yang menyebutkan bila seseorang diperbolehkan melakukan pembelaan darurat bila mendapat serangan atau ancaman pada diri sendiri atau kehormatan kesusilaan orang lain," kata Sudiman Sidabukke, praktisi senior hukum.

Para praktisi hukum menilai, kasus ZA ini akan menjadi pembelajaran masyarakat, bila berhadapan dengan pelaku begal.

Bila ZA dihukum, maka dikhawatirkan masyarakat takut dan tak berani melakukan perlawanan saat menghadapi pelaku begal. (end)



Berita Terkait


Vonis Hakim Terhadap ZA Dinilai Tidak Tepat

Tak Puas Vonis Hakim, Tosan Datangi Kejaksaan


Kabil Mubarok Divonis Hakim 6,5 Tahun

Pengamen Nekat Curi HP Divonis Hakim 6 Bulan Penjara

Kuasa Hukum Siap Ajukan Banding Atas Vonis Hakim

Hari Ini Jaksa AF Akan Divonis Hakim
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber