Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

ZA Dijatuhi Vonis Sesuai Tuntutan JPU, Satu Tahun Pembinaan di LKSA Wajak
Kamis, 23-01-2020 | 15:10 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Sidang ketujuh pembunuhan begal oleh ZA, anak pelajar dengan agenda pembacaan putusan, digelar di Pengadilan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang.

Dalam putusan yang dibuka terbuka untuk umum ini, dibacakan hakim tunggal Nuny Defriany dengan memvonis terdakwa sesuai tuntutan jaksa penuntut umum, selama satu tahun menjalani pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Aitam, Kecamatan Wajak.

Dalam sidang putusan itu sendiri, juga dihadiri seluruh awak media yang ada diwilayah malang, untuk bisa mendengarkan dan mengetahui vonis yang dijatuhkan hakim setelah viral di media sosial.

ZA yang didakwa oleh JPU dengan 4 pasal berlapis, pasal 340, 338, 351 serta undang-undang darurat harus berguguran usai viral di medsos. Akhirnya JPU hanya menuntut dengan pasal 351 kuhp ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa.

Namun hukuman yang seharusnya 7 tahun penjara, hanya diberikan kepada terdakwa pembinaan selama 1 tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, Lksa Darul Aitam Wajak dan tidak dipenjarakan.

Kini sidang pembacaan vonis yang dibuka untuk umum, dengan dipimpin hakim tunggal, Nuny Defiary, dan JPU, Kristiawan ini, membacakan putusan yang dibuat hakim.

Putusan hakim sendiri sesuai dengan tuntutan yang dibuat oleh JPU, yang menuntut sebelumnya dengan hukuman tersebut, meskipun pasal yang diterapkan 351 KUHP ayat 3 yang seharusnya 7 tahun penjara.

Menurut Bakti Riza Hidayat, kuasa hukum ZA, bahwa hakim memutus ZA dengan ancaman 1 tahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Aitam, Wajak.

"Tim kuasa hukum menghargai keputusan hakim, namun belum bisa memastikan menerima atau tidak putusan hakim dan akan berunding dengan keluarga yang diberikan waktu oleh hakim selama 7 hari, yangmana hakim mengesampingkan pasal 49 tentang pembenar dan pemaaf yang diharapkan pihak tim kuasa hukum," kata Bakti Riza Hidayat.

Sementara itu, pembina bapas malang, Ipong Budiman, yang mengawal kasus ZA menjelaskan, bahwa selama ZA menjalani hukuman di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, terdakwa masih tetap bisa bersekolah di SMA wilayah gondanglegi dan tidak bisa pindah sekolah, lantaran hendak ujian dan setelah pulang sekolah kembali di Darul Aitam Wajak.

Dipastikan, tim kuasa hukum ZA akan memberikan jawaban terkait menerima atau tidaknya putusan hakim, untuk dilanjutkan banding ke pengadilan tinggi kepada awak media yang kini masih berunding dengan pihak keluarga. (yos)

Berita Terkait


Kejaksaan Negeri Malang Kirim ZA ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Aitam

Satu Tahun Pembinaan Terhadap ZA, Pihak Keluarga Menerima Vonis Tersebut

ZA Dijatuhi Vonis Sesuai Tuntutan JPU, Satu Tahun Pembinaan di LKSA Wajak

Jaksa Penuntut Umum Tuntut Pembunuh Anak Dengan Tuntutan

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber