Berita Terbaru :
Ratusan Prajurit TNI Latihan Terjun di Kawasan Persawahan
Kuasa Hukum Zaenal Abidin Minta Majelis Hakim Obyektif
Usai Ikut Undian Nomor Urut, Eri-Armuji Langsung Menyapa Warga
Pasca Ambil Nomer, Machfud-Mujiaman Ziarah Makam Sawunggaling, Sapa Warga Surat Ijo dan Warga Bumiarjo
Ambil Cuti Wakil Bupati Gresik Gelar Apel Perpisahan
KPU Terbitkan PKPU Nomor 13 Larangan Kampaye Terbuka
KPU Sidoarjo Tidak Mengikutkan Kelana-Dwi Astutik Dalam Pengundian Nomer Urut
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni : Angka 2 Simbol Damai, MA-Mujiaman Solusi Bagi Surabaya
Besok Setiap Paslon Harus Menyerahkan Laporan Dana Awal Kampanye
Pasangan Calon Bupati Achmad Muhdlor Ali-Subandi Mendapatkan Nomer Urut 2
BPN Surabaya II Sosialisasikan Program Trijuang
2 Residivis Pelaku Pembobol Brankas Berisi Uang Puluhan Juta Diringkus
BHS-Taufikuqulbar Mendapat Nomer 1
Massa Kecewa Dengan Anggota DPRD Jatim Kerena Tidak Menemui Mereka
Nomer Urut 1, 2 dan 3 Diakui Para Paslon Pilkada Mojokerto Pembawa Keberuntungan
   

Disperta Akui Adanya Pengurangan Alokasi Pupuk Bersubsidi
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 23-01-2020 | 06:27 wib
Reporter : Ito Wahyu
Eka Sri Rahayu, Kabid Sarpras Tanaman Pangan Disperta Ngawi
Ngawi pojokpitu.com, Dinas pertanian Kabupaten Ngawi mengakui adanya pengurangan terhadap jatah alokasi pupuk bersubsidi. Serta Dinas pertanian (Disperta) Kabupaten Ngawi tidak dapat berbuat banyak terkait dengan keluhan petani terhadap sulitnya mendapat jatah pupuk bersubsidi.

Disperta mengaku permasalahan pupuk bukan merupakan kebijakan dari daerah, melainkan langsung dari pemerintah pusat. Kepala Bidang Sarana Dan Prasarana Tanaman Pangan Disperta Kabupaten Ngawi, Eka Sri Rahayu menjelaskan, pada tahun 2020 terdapat pengurangan yang sangat drastis terhadap alokasi atau jatah pupuk bersubsidi. Dibanding dengan tahun sebelumnya. "Berdasar data dari 19 Kecamatan di wilayah setempat, total luas lahan area tanam padi mencapi 203.606,77 hektar dengan asumsi 3 kali masa tanam dalam setahun," kata Eka Sri Rahayu.

Dari jumlah tersebut sesuai ususal yang masuk dalam elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) tahun 2020, untuk pupuk jenis urea 50.130 ton alokasi 22.727 ton, SP-36 24.424 ton alokasi 4.436 ton, ZA 30.538 ton alokasi 11.662 ton, NPK 61.299 alokasi 30.400 ton, dan organik 82.612 alokasi 10.163 ton. Dari jumlah tersebut dapat diketahui alokasi pupuk bersubsidi berkurang sekitar 45 persen dari e-RDKK.

Upaya yang dilakukan Disperta hanya sebatas berusaha meyakinkan petani. Bahwa pengurangan alokasi pupuk bersubsidi ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Selain itu petani disarankan untuk meningkatkan kembali pupuk organiknya. Atau jika lebih senang dengan pupuk kimia maka disarankan menggunakan pupuk non subsidi. (pul)

Berita Terkait

Pembelian Pupuk Bersubsidi Harus Menggunakan Kartu Tani

Puluhan Ribu Petani Terancam Tidak Bisa Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Kuota Pupuk Bersubsidi Hanya 44 Persen Dari Kebutuhan Petani

Pupuk Bersubsidi Masih Langka di Kalangan Petani
Berita Terpopuler
GMNI Malang Desak Pemerintah Daerah Perhatikan Kesejahteraan Petani
Malang Raya  7 jam

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang Popok Bayi Ludes Terbakar
Malang Raya  5 jam

Terdampak Kekeringan, Warga Harus Ambil Air di Tengah Hutan
Peristiwa  10 jam

Nikmatnya Kuliner Legendaris Sate dan Becek Menthok
Icip - Icip  12 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber