Berita Terbaru :
Diberi Donatur HP, Akhirnya Wahyu Bisa Belajar Daring
Alat Cuci Tangan Dengan Sensor Infrared
Siswa Pegunugan Dapat Wifi Gratis Untuk Pelajaran
Upacara Kemerdekaan 17 Agustus di Kabupaten Madiun Dikonsep Minimalis
Pemkab Ngawi Siapkan Bantuan Rp 500 Ribu Hingga Rp 1 Juta Untuk Pelaku Usaha
Berawal Ketangkap Mencuri Ponsel Disebuah Salon, Ternyata Pelaku Juga Seorang Curanmor
Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu
Pandemi, Penjual Bendera Asal Bangkalan Takut Jualan Keluar Kota
Saat Pandemi Corona Permintaan Bendera Turun Drastis
Bupati Sangat Dukung Pengembangan Paralayang di Blego Parang
   

Petani Ngawi Mengeluh Sulit Mendapat Pupuk Bersubsidi
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 23-01-2020 | 04:18 wib
Reporter : Ito Wahyu
Dampak dari pengurangan itu petani sulit mendapat pupuk. Serta waktu pemupukan tanaman padi harus molor sehingga tidak dapat tumbuh maksimal. Foto Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Memasuki musim tanam padi (MP1) sejumlah petani di Kabupaten Ngawi mengalami kesulitan mendapat pupuk bersubsidi. Dampaknya sejumlah tanaman padi tidak dapat tumbuh dengan maksimal.

Seperti yang terlihat di lahan sawah di Desa Klitik, Kecamatan Geneng. Beberapa tanaman padi petani tidak dapat tumbuh secara maksimal karena terlambatnya proses pemupukan.

Sutinem salah satu petani mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk, terutama untuk jenis NPK. Sutinem belum mengetahui adanya pengurangan alokasi pupuk yang telah diterapkan pemerintah.

Hal yang sama disampaikan Sutarno, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Dalam kondisi saat ini petani mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. Meski ada, jumlahnya tidak dapat mencukupi kebutuhan petani pada musim tanam. "Padahal jika mengacu pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sudah diajukan sesuai kebutuhan," kata Sutarno

Sutarno menambahkan dari jumlah luas lahan sawah yang masuk kelompoknya yakni 107 hektar, namun kebutuhan pupuk sangat jauh dari yang diharapkan. Sutarno meminta agar ada upaya pemerintah agar kebutuhan pupuk petani pada musim tanam padi (MP1) terpenuhi. (pul)

Berita Terkait

Kuota Pupuk Bersubsidi Hanya 44 Persen Dari Kebutuhan Petani

Pupuk Bersubsidi Masih Langka di Kalangan Petani

Stok Pupuk Urea Bersubsidi Terus Menipis, Petani Kesulitan Membeli Pupuk Urea

Pupuk Subsidi Langka di Tengah Pandemi Corona
Berita Terpopuler
Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu
Peristiwa  7 jam

Bupati Sangat Dukung Pengembangan Paralayang di Blego Parang
Politik  10 jam

Pandemi, Penjual Bendera Asal Bangkalan Takut Jualan Keluar Kota
Ekonomi Dan Bisnis  8 jam

Saat Pandemi Corona Permintaan Bendera Turun Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber