Berita Terbaru :
Petani Rame Rame Berburu Hama Tikus Sawah
34 Persen Orang Tanpa Gejala Menjadi Pasien Positif Covid-19
BBTKLPP Surabaya Prediksi Akhir Juni 2020 Menjadi Puncak Covid-19 di Jatim
BIN Bantu Pemkot Surabaya Gelar Rapid Tes Massal
Ahli Komunikasi Ini Menganggap Persoalan PCR Hanya Miskomunikasi
Rapid Test dan APD Kabaharkam Polri Digunakan di RS Bhayangkara
New Normal Akan Diterapkan Saat Tahun Ajaran Baru
Pemkot Malang Tetapkan 13 Point Untuk New Normal Life
Warga Temboro Minta Kelonggaran Akses, Sementara Pemkab Tawarkan Kampung Tangguh
Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh Dari Covid-19
Ditengah Pandemi Covid-19, Penjualan Tanah Kavling Turun Drastis
21 Pasien Covid 19 Asal Lumajang Dinyatakan Sembuh
Data Hari Ini Pasien Covid 19 Bertambah 557 Orang
Empat Pasien Reaktif Dijemput Jalani Isolasi
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
   

Ratusan Sopir Self Loader Protes Pungli Pengawalan
Metropolis  Rabu, 22-01-2020 | 19:13 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Ratusan massa dari Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda Jatim, Rabu (22/1) siang. Mereka menuntut penghapusan pungli terhadap sopir self loader atau truk pengangkut alat berat yang dilakukan oknum petugas patroli jalan raya (PJR).

Sekitar 200 sopir truk self loader dari Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Jatim. Mereka menyampaikan 3 tuntutan terkait dugaan pungutan liar dalam pengawalan terhadap sopir self loader (truk pengangkut alat berat).
 
Tiga tuntutan, yaitu pertama, menghentikan dan menghapuskan pungli terhadap sopir self loader. Kedua, mengusut dan memecat oknum kepolisian yang terlibat dalam aktivitas pungli, dan ketiga memberi perlindungan serta pengawalan gratis terhadap self loader.

Juru bicara perwakilan sopir self loader, Yusuf Maulidi, menyatakan bahwa selama ini para sopir dikenakan pungutan sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta setiap pengawalan. Jika tidak, maka pihaknya dilarang untuk jalan dengan alasan resiko kecelakaan.

Menjawab tuduhan itu, Kompol Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Kasat Patroli Jalan Raya Polda Jatim melalui telepon menyatakan, pihaknya mengharuskan pengawalan bagi truk self loader, agar tidak terjadi kemungkinan kecelakaan.

"Aturan terkait pengawalan itu didasarkan pasal 169 undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta pasal 360 KUHP," kata Kompol Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Kasat Patroli Jalan Raya Polda Jatim.

Aturan pengawalan truk self loader ini harus menghubungi petugas atau Polres terdekat. Jika lalu lintas sangat ramai, maka pengawalan hanya bisa dilakukan di malam hari. Mengenai tarif pengawalan, Kasat PJR Polda Jatim mengaku tidak mengetahui penerapan tarif tersebut.(end)

Berita Terkait

Ratusan Sopir Self Loader Protes Pungli Pengawalan
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  12 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  21 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  19 jam

Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Politik  10 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber