Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Terdakwa Pembunuh Begal Berharap Bebas Dari Tuntutan Jaksa
Rabu, 22-01-2020 | 13:26 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Berita Video : Terdakwa Pembunuh Begal Berharap Bebas Dari Tuntutan Jaksa
Malang pojokpitu.com, Sidang pembunuhan begal dengan pelaku ZA pelajar SMA kembali digelar. Dengan agenda membacakan nota pembelaan atau pedoi atas tuntutan jaksa penuntut umum pada Selasa (21/1) kemarin.

Persidangan ZA (17) warga Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang yang melakukan pembunuhan terhadap begal Misnan yang hendak merampas harta bendanya berlangsung sangat tertutup.

Dari pembacaan tuntutan JPU, terdakwa ZA dituntut dengan pasal 351 KUHP. Diberikan pembinaan di lembaga kesejahteraan sosial anak Wajak, dan hanya menjalani selama 1 tahun. Atas tuntutan itu, dalam nota pembelaan, oleh Tim Penasehat Hukum terdakwa ZA menginginkan dibebaskan tanpa bersyarat. Atau dikembalikan ke orang tua.

Bakti Riza Hidayat penasehat hukum terdakwa mengatakan, tetap mengutamakan point lebih baik membebaskan seribu orang yang bersalah, daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah. "Serta mengedepankan pasal 49, alasan pembenar dan pemaaf," kata Bakti.

Bakti berharap hakim bisa lebih bijak dalam mengambil kebijakan putusan untuk membebaskan terdakwa. Dengan dasar terdakwa masih anak dan duduk di kelas 3 hendak menjalani ujian.

Sementara itu pembacaan putusan atau vonis akan dilakukan pada Kamis (23/1) besok hari oleh hakim tunggal Nuny Defriany. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait


Kejaksaan Negeri Malang Kirim ZA ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Aitam

Komisi 3 DPR RI Pantau Kasus Pembunuh Melibatkan Pelaku Anak

Satu Tahun Pembinaan Terhadap ZA, Pihak Keluarga Menerima Vonis Tersebut

ZA Dijatuhi Vonis Sesuai Tuntutan JPU, Satu Tahun Pembinaan di LKSA Wajak

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber