Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Agus Suharno seorang guru SDN 7 Kare warga Wonoasari, setiap pagi harus melewati medan terjal bebatuan dan lumpur untuk bisa bertemu dengan muridnya yang berada di Dukuh Seran. Foto Tova Pradana
Kisah Seorang Guru Mengajar 3 Siswa di Pedalaman Kebun Kopi
Rabu, 22-01-2020 | 07:21 wib
Oleh : Tova Pradana
Berita Video : Kisah Seorang Guru Mengajar 3 Siswa di Pedalaman Kebun Kopi
Madiun pojokpitu.com, Seorang guru di Desa Kare harus tertantang mengajar 3 siswanya di pedalaman perkebunan kopi kandangan Kare Madiun.

Ruang sekolah tak layak dan jarak rumah murid terlalu jauh, mengharuskan Agus Suharno melakukan jemput bola. Padahal untuk menuju rumah 3 murid itu, Agus harus melewati medan terjal dan berlumpur. Jalanan itu di sekitar lereng gunung wilis tepatnya di area perkebunan kopi kandangan Desa Kecamatan Kare Kabupaten Madiun .

Untuk menuju Dukuh Seran, Agus harus melewati jalanan di area perkebunan kopi sepanjang sekitar 30 kilometer atau selama 2 jam. Tak jarang Agus terjatuh dan ban bocor. Setibanya di rumah ketiga muridnya yakni, Eko, Bayu, dan Roma, guru Agus langsung mempersiapkan alat ajar.

Ketiga murid Agus tersebut seharusnya sudah bukan lagi anak anak yang mengenyam bangku sekolah dasar. Meski umur mereka bertiga di atas sepuluh tahun, tenyata ketiga anak tersebut belum bisa membaca dan menulis. Ketiga anak ini setiap harinya diasuh oleh kakek neneknya, Yadi dan Waginem. Sedangkan sang ibu telah meninggal dunia, dan ayahnya pergi entah kemana.

Butuh ketelatenan dan kesabaran ekstra mengajar anak-anak tersebut. Agus mengaku tak setiap hari mereka ada di rumah. Terkadang Agus yang baru mengajar selama 6 bulan itu, harus mencari mereka dahulu di tengah perkebunan kopi. "Mereka kesehariannya membantu kakeknya yang sudah tua untuk mencari rumput pakan hewan ternak," kata Agus Suharno.

Diketahui saat ini kondisi SDN 7 Kare sudah lama tidak dijadikan tempat belajar mengajar. Karena di daerah terpencil itu, sudah jarang anak-anak. Sedangkan jarak dari rumah Eko, Bayu, dan Roma menuju sekolah sangat jauh, sehingga bangunan sekolah pun tak terawat. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait


Duh, Nasib PPPK Kabupaten Ngawi Masih Gelap

SDN 7 Kare Tercatat Tidak Termasuk Sekolah Terpencil

Kisah Seorang Guru Mengajar 3 Siswa di Pedalaman Kebun Kopi

Guru dan staf SMKN Tlogosari Luruk Cabang Dinas


Virus Corona, Kepergian Pengurus Kelenteng Tjoe Tik Kiong Ke Tiongkok Terancam Tertunda

Pembunuh Sang Guru Adalah Pasutri Pencari Kost

Kisah Seorang Guru Mengajar 3 Siswa di Pedalaman Kebun Kopi

Guru dan staf SMKN Tlogosari Luruk Cabang Dinas
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber