Berita Terbaru :
Empat Bulan Didirikan, RS Lapangan Kogabwilhan II Sembuhkan 2.016 Pasien Covid-19
Pemkot Surabaya Sulap Lahan 7 Hektar BTKD Jeruk Jadi Agrowisata
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Viral, Bakal Calon Bupati Sidoarjo Berikan Bantuan Rp 1 Milyar ke NU
Kampung Wisata Lingkungan, Manfaatkan Kelor Sebagai Kuliner Pendongkrak Imun
   

Teknik Hidroponik, Solusi Bercocok Tanam di Lahan Sempit
Teknologi  Rabu, 22-01-2020 | 00:15 wib
Reporter : Ali Makhrus
Malang pojokpitu.com, Gaya hidup go-green belakangan dicanangkan oleh banyak orang. Mulai dari hal kecil, seperti memakai sedotan reusable, tidak memakai kantong kresek, hingga berkebun dengan metode hidroponik.

Bercocok tanam dengan menggunakan teknologi hidroponik telah menjadi pilihan bertani diwilayah perkotaan yang padat penduduk, dengan lahan sempit.

Seorang pegawai disalah satu rumah sakit swasta di Kota Malang, mengembangkan pertanian hidroponik di lantai 2 rumah miliknya, yang hanya seluas  9 x 7 meter, disulap menjadi lahan bisnis sampingan.

Yakni lahan hidro tani kutho, di rumah yang berada di Jalan Kunto Bhasworo gang enam nomor 30 polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini menanam berbagai jenis sayuran organik, seperti, sawi, pakchoy, slah, dan kangkung.

Sistem teknologi hidroponik merupakan budidaya tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tumbuhnya. Sekaligus diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Riana Mustafa, pemilik lahan yang menerapkan teknik budidaya hidroponik dirumahnya menjelaskan, budidaya dengan teknik hidroponik dapat dilakukan oleh semua kalangan masyarakat.  "Selain itu hidroponik ini juga tidak diperlukan lahan yang luas, hanya dengan pipa yang dialiri air sudah bisa bercocok tanam," kata Riana Mustafa.

Atau, lanjut Riana Mustafa, bisa ditanam di rumah yang tidak ada halaman sekalipun. "Yang terpenting kebutuhan akan sayuran dapat terpenuhi," imbuhnya.

Terlebih lagi, hidroponik memiliki beberapa keunggulan diantaranya, pemupukan langsung pada media air. "Sehingga penyiraman dan pemupukan lebih efisien dan efektif, tidak diperlukan penyiangan gulma, hasil panen lebih bersih, terhindar dari hama termasuk rasa dan tekstur lebih enak," tutur Riana Mustafa.

Melalui sistem hidroponik, penumbuhan tanaman relatif lebih cepat, karena hidroponik sendiri terdapat unsur hara dalam larutan, yang secara optimal dapat dimanfaatkan oleh tanaman, sehingga daun lebih lebar, dan batang lebih kokoh. "Walaupun membutuhkan modal awal yang besar untuk membangun hidroponik, namun hasil panen lebih cepat dan lebih bersih dibandingkan dengan bercocok tanam dengan metode tanah. Jadi hasilnya bisa dirasakan dan sangat memuaskan," tuturnya.

Menanam sayuran dengan sistem hidroponik, dirinya hanya perlu menaruh bibit sayuran diatas spon basah. Selama 4 hari, bibit itu akan tumbuh menjadi kecambah, kemudian dipindah ke media tanam yang sudah disiapkan.  "Setelah 25 hari, sayuran siap dipanen. Keunggulan lain dari sayuran hidroponik ini bisa tahan hingga 4 hari tidak busuk," ucap Riana.

Dirinya mengakui, bahwa sayuran hasil panen dengan metode hidroponik sedikit lebih mahal daripada hasil panen dengan cara konvensional.  "Namun sayuran hasil panen dengan metode hidroponik bisa dipastikan bahwa sayuran tersebut organik," jelasnya.

Sementara untuk memasarkan hasil panen, dirinya rutin menawarkan sayuran organik ke keberbagai kalangan, mulai dari media sosial, tetangga, teman kantor, toko sayuran, dan memasok untuk kebutuhan restoran.

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang ingin mengetahui atau mau belajar mengenai produk hidroponik dapat langsung datang ke alamat Jalan Kunto Bhasworo Gang Enam Nomor 30, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (yos)

Berita Terkait

Serunya Ibu-Ibu Memanen Sayuran Hidroponik di Lahan Kampung Sendiri

Polisi Bertani Sayur Hidroponik Saat Kesibukan Tugas

Yuk Belajar Menanam Tanaman Hidroponik, Ini Caranya

Bertanam Sayuran Hidroponik Diatas Gedung Sekolah
Berita Terpopuler
Pemkot Surabaya Sulap Lahan 7 Hektar BTKD Jeruk Jadi Agrowisata
Metropolis  2 jam

Kampung Wisata Lingkungan, Manfaatkan Kelor Sebagai Kuliner Pendongkrak Imun ...selanjutnya
Life Style  5 jam

Viral, Bakal Calon Bupati Sidoarjo Berikan Bantuan Rp 1 Milyar ke NU
Pilkada  4 jam

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber