Berita Terbaru :
Total 6 Orang Positif Covid-19 Asal Magetan Sembuh
Cegah Virus Corona, 1.262 Napi di Jatim Dibebaskan
Sudah Lebih dari Sejuta Orang di Dunia Terjangkiti Virus Corona
Warga Desa Ngablak Terapkan Karantina Wilayah Mandiri
Cegah Corona, Forkopimda Koordinasi Dengan Tokoh Agama dan Pengusaha Warkop
Kejaksaan Ngawi Pastikan Telah Ada Kerusakan di Jembatan Gempol Baru
Melihat Profesi Analis Kesehatan yang Rentan Tertular Virus Covid-19
Pemkab Malang Lakukan Physical Distancing
Bupati Bojonegoro Lantik Kades Terpilih Melalui Layar Video Teleconference
Bacabup Tuban Amir Burhanudin Sepakat Pilkada Ditunda
Puluhan Jurnalis Bagi-Bagi Vitamin C Gratis
Seluruh Penumpang di Terminal Arjosari Didata dan Diperiksa Polisi
Tim Satgas Corona Dirikan Posko Untuk Memonitor Pemudik Dadakan
   

Jatah Pupuk Bersubsidi Dikurangi, Petani Menjerit
Mataraman  Selasa, 21-01-2020 | 20:09 wib
Reporter : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Petani di Kota Madiun saat ini dilanda keresahan. Sebab, jumlah alokasi pupuk bersubsidi tahun ini dikurangi. Pengurangan tersebut sudah terjadi sejak Desember 2019 lalu.

Pengurangan tersebut tidak tanggung-tanggung hampir 50 persen. Hal itu dirasakan oleh petani di 3 kecamatan di Kota Madiun yakni Kartoharjo, Manguharjo serta Taman.

Jika biasanya sekali tanam membutuhkan 9 karung pupuk untuk setiap hektarenya, kini petani hanya mendapat jatah 7 karung pupuk.
Sudarminto, petani Tawangrejo mengatakan, jika kondisi itu terus berlanjut, dikhawatirkan dapat mempengaruhi hasil panen. "Karenanya kami petani berharap pemerintah tidak melakukan pembatasan pembelian pupuk bersubsidi," ucapnya.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Madiun, Heri Irawan menjelaskan, semua jenis pupuk Minggu kemarin telah digelontorkan, namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan.

"Karena itu saya meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta & KP) Kota Madiun, mengajukan penambahan alokasi pupuk subsidi ke pemerintah Provinsi Jawa Timur," kata Heri Irawan.

KTNA akan berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk mencarikan solusi guna memenuhi kebutuhan alokasi pupuk petani. Untuk itu petani diminta untuk memaksimalkan pupuk yang sudah tersedia. (yos)

Berita Terkait

Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Diprediksi Stok Pupuk Bersubsidi Hanya Sampai 3 Bulan Mendatang

Pupuk Subsidi Makin Langka, Harganya Juga Mahal

Muhtarom Ungkap Faktor Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
Berita Terpopuler
Kejaksaan Ngawi Pastikan Telah Ada Kerusakan di Jembatan Gempol Baru
Peristiwa  4 jam

Cegah Virus Corona, 1.262 Napi di Jatim Dibebaskan
Hukum  24 menit

Total 6 Orang Positif Covid-19 Asal Magetan Sembuh
Kesehatan  19 menit

Tim Satgas Corona Dirikan Posko Untuk Memonitor Pemudik Dadakan
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Empat Warga Nganjuk Positif Corona
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber