Berita Terbaru :
Pencari Kerang Terpeleset dan Terseret Arus, Ditemukan Tak Bernyawa
Satu Pasien PDP Meninggal Dunia
Tuban Zona Merah, Dua Perawat Puskesmas Positif Covid-19
Mahasiswa Malasyia Meninggalkan Indonesia Dengan Menggunakan Penerbangan Khusus
Mudik ke Kampung Halaman, Pria Diisolasi di Kantor Desa
Pengemudi Jatuh Tak Sadarkan Diri, Warga Takut Mendekat
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Sebanyak 14 PDP Berhasil Disembuhkan,1 Positif Masih Diisolasi
Tim Gugus Tugas Covid-19 Rapid Test Keluarga PDP
Sebar Berita Hoax, Seorang Warga Tertangkap Polisi
Pasca Libur, Pemohon SIM di Polresta Sidoarjo Membludak
ASN Jatuh ke Jurang Saat Potong Pohon Jati
Salah Paham Suara Motor, Seorang Pemuda Dikeroyok
Seorang Warga Negatif Dari Covid 19 Setelah Menjalani Test Poliymerase Chain Reaction
Anggaran 40 M Alokasikan Pemkab Madiun Untuk Penanganan Covid-19
   

Kemenpora dan KONI Sepakat Selamatkan Cabor Dengan Gelar PON Mini di Luar Papua
Olah Raga  Selasa, 21-01-2020 | 17:28 wib
Reporter : Ambari Taufiq
Surabaya pojokpitu.com, Dalam kegiatan yang digagas Wartawan Pokja KONI Jatim tersebut, hadir Staf Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mahfudin Nigara, Wakil Ketua KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno, dan Direktur Badan Sport Science (BSS) KONI Jatim, Prof Toho Cholik Mutohir.

Dari lokakarya menghasilkan usulan yang akan dijadikan bahan acuan Kemenpora dalam merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2007.

Seperti diketahui, dalam ketentuan  Pasal 12 PP Nomor 17 tahun 2019 menyatakan bahwa pemerintah hanya menunjuk satu Provinsi untuk dijadikan tuan rumah PON. Regulasi inilah yang diusulkan untuk diubah, sehingga gelaran PON bisa digelar dari satu Provinsi.
Maklum, pada PON Papua nanti, tak semua cabor dapat tertampung dikarenakan kondisi yang ada di sana. Sehingga terjadilah pencoretan 10 cabor. Di antaranya balap sepeda, tenis meja, petanque, ski air, bridge, woodball, gateball, soft tennis, tenis lapangan, dan dansa.

"Pemerintah dalam hal ini sudah mengajukan untuk revisi PP Nomor 17 dan sekarang sudah berada di Mensesneg. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan," ujar Stafsus Kemenpora, M. Nigara.

Ia mengakui, rasionalisasi 10 cabor ini memberi dampak negatif terhadap proses pembinaan yang sudah dilakukan bertahun-tahun oleh setiap KONI Provinsi.

Revisi yang sudah cukup lama dilakukan itu belum juga disahkan. "Saya belum tahu karena apa, seperti apa, yang pasti terkait dengan tempat penyelenggaraan yang tadi dipaparkan bahwa penyelenggaraan hanya satu Provinsi itu, (kalau disahkan) mungkin akan menjadi lebih dari satu Provinsi," katanya. Bisa jadi digelar semacam PON mini di luar Papua yang masih satu rangkaian dengan PON Papua.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, mendorong pemerintah agar segera mengesahkan hasil revisi PP tersebut. Sebab, ini berdampak pada pembinaan cabor ke depan.

Salah satu alternatifnya adalah dengan memperbolehkan PON digelar dalam dua Provinsi. "Opsinya, kalau memungkinkan akan digelar di daerah lain dan menjadi bagian dari PON, tetapi masih terkendala dengan adanya kebijakan dari PP nomor 17 tahun 2007 yang itu harus direvisi dulu," katanya.

Rencana lain yang menjadi alternatif terakhir adalah tetap melakukan pembinaan dengan sasaran utama adalah Kejurnas.
Ketua KONI Jatim, Erlangga Satriagung mengatakan, jika pencoretan ini merugikan Jatim karena pembinaan yang telah berjalan dalam 3 tahun terakhir sia-sia. Pembinaan caborpun terhenti karena secara otomatis mereka harus keluar dari Puslatda.

Secara hitungan medali, Jatim juga kehilangan banyak potensi emas. Sebab, tujuh dari 10 cabor yang dihapuskan dari PON merupakan lumbung emas jatim. Total ada 28 emas yang hilang dari tujuh cabor tersebut. Itu belum termasuk Bowling yang dihapus lebih dulu. Di atas kertas, ada delapan medali emas yang hilang dari bowling. Sehingga total ada 36 emas yang melayang.

"Dari pencoretan sepuluh cabor itu, Jatim dipastikan kehilangan 36 medali emas. Kita sudah berhitung. Bayangkan, untuk mendapatkan satu emas dari salah satu cabor saja sudah sulit, karena sudah dikalkulasi. Ini masih ditambah lagi hilangnya 36 emas," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur BSS KONI Jatim, Prof Toho Cholik mengatakan, 10 cabor harus diselamatkan, karena itu sangat penting dilakukan untuk bisa menyelamatkan pembinaan yang telah dilakukan. Apalagi, pembinaan daerah misi utamanya adalah mencetak atlet untuk kepentingan negara di ajang internasional.(end)

Berita Terkait

Kemenpora dan KONI Sepakat Selamatkan Cabor Dengan Gelar PON Mini di Luar Papua
Berita Terpopuler
Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  18 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  5 jam

Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Peristiwa  53 menit



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber