Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Jatah Pupuk Bersubsidi Untuk Petani Kabupaten Madiun Berkurang
Mataraman  Selasa, 21-01-2020 | 16:06 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Pil pahit terpaksa harus ditelan petani di Kabupaten Madiun pada tahun 2020. Bagaimana tidak, kuota pupuk di tahun 2020 bakal merosot tajam hingga 50 persen lebih, dibandingkan kuota pupuk tahun lalu. Dipastikan, kelangkaan pupuk bakal memaksa petani untuk membeli pupuk non subsidi.

Kondisi sangat ironis, sebab Kabupaten Madiun dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Akibat pasokan pupuk tidak terpenuhi 100 persen,  menyebabkan petani kesulitan mendapatkan pupuk hingga harga di pasaran bakal menjadi mahal.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Jatah pupuk subsidi untuk urea jika ditahun 2019 lalu sebanyak 270 kh per hektar. Namun tahun ini, petani hanya dijatah 110 kg per hektar. Begitu juga untuk phonska atau NPK, jika tahun 2019 lalu petani dijatah 250 kg per hektar. Kini petani hanya dijatah 140 kg perhektar.

Kabid Prasarana, Sarana, Pertanian, PSP Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Imron Rasidi mengaku, tidak bisa berbuat banyak atas pengurangan kuota pupuk. Pengurangan sebesar 48 persen hingga 50 persen itu, adalah kewenangan pusat, terkait subsidi.

Diketahui dari tahun ke tahun, kuota pupuk bersubdisi terus merosot. Tahun ini, pengurangan kuota pupuk merosot hingga 50 persen. Dengan pengurangan tersebut, mau tidak mau untuk mencukupi kebutuhan pupuk, petani menggunakan pupuk non subsidi dengan harga 2 kali lebih mahal. (pul)

Berita Terkait

Jatah Pupuk Bersubsidi Untuk Petani Kabupaten Madiun Berkurang
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  11 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  9 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  11 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber