Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Tiga Tempat Ibadah Berdampingan Dalam Satu Kampung
Malang Raya  Selasa, 21-01-2020 | 07:23 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Ada hal baru yang unik di Kota Batu. Bukan lagi wisata alam atau wisata buatan. Tapi ada sebuah desa baru yang disebut dengan nama Desa Sadar Kerukunan umat beragama. Pasalnya, di desa ini, terdapat tempat ibadah yang dibangun berdampingan.

Desa Sadar Kerukunan umat beragama, yang berada di Desa Mojorejo RW 06 di Kecamatan Junrejo Kota Batu ini merupakan gelar yang disematkan oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Batu bersama Walikota Batu Dewanti Rumpoko sebagai penghargaan atas kerukunan warga di desa ini.

 Alasan Desa Mojorejo ditetapkan sebagai desa sadar kerukunan umat beragama ini berdasarkan tiga indikator yang menunjukkan bahwa toleransi warga desa sangat tinggi. Pertama, Desa Mojorejo memiliki data keberagaman umat beragama. Kedua, memiliki data tentang rumah ibadah. Setidaknya dari tiga agama yang berbeda, mulai masjid, vihara dan juga gereja dalam satu kampung lingkup rukun warga saja. Indikator yang terakhir adalah desa ini minim konflik dan selalu harmonis.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batu M Rubai S.Pd., MM., menjelaskan kehidupan penuh toleransi di kampung ini sudah ada sejak dahulu, jauh sebelum dicanangkan oleh FKUB. Setiap perayaan keagamaan, warga lain ikut merayakan guyub rukub saling mengunjungi dan berbagi kebahagiaan.

Peserta field trip The Asia Foundation Indonesia, Mochamad Mustafa, yang penasaran dengan keberadaan kampung toleran Desa Sadar Kerukunan antar umat beragama Desa Mojorejo Kota Batu melakukan study wisata dan mengagumi keramahan warga dan keberadaan masjid yang berdampingan dengan gereja, serta adanya vihara di RW 6 Dusun Ngandat Kidul Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Fenomena ini dipandang sebagai sebuah hal yang langka ditemui di daerah lain. Para peserta juga kagum dengan budaya anjangsana yang selalu dilakukan pada setiap hari raya.(end)

Berita Terkait

Tiga Tempat Ibadah Berdampingan Dalam Satu Kampung
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  11 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  9 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  11 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber