Berita Terbaru :
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Bantu Siswa Belajar Daring, Kelurahan Siapkan Wifi Gratis
Angka Pelangar Lalu Lintas di Sumenep Meningkat, Salah Satunya Pengendara di Bawah Umur
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
   

Menjelang Harlah ke 94, Atribut NU Laris Manis
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 20-01-2020 | 06:15 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Menjelang harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-94 , membawa berkah tersendiri bagi penjual atribut dan pakaian banser nahdlatul ulama di Sidoarjo. Pakaian dan atribut ini tak hanya diburu warga Sidoarjo dan Surabaya saja, hampir seluruh jawa timur dan luar jawa seperti Sumenep, Jember, Kalimantan, Palu, Manado, Riau dan beberapa daerah lainnya di Indonesia pesan di Sidoarjo. Alhasil, dalam sehari omsetnya mencapai puluhan juta rupiah.

Bulan januari menjadi berkah tersendiri bagi Siti Khanna atau yang biasa dikenal Umi Amin, penjual atribut dan pakaian banser nahdlatul ulama, warga Desa Pilang Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.
 
Usaha yang ditekuninya sejak 20 tahun silam bersama suaminya almarhum abah Amin, kini membuahkan hasil yang sangat menakjubkan. Pesanan atribut dan pakaian banser nu meningkat drastis jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.
 
Menurut Siti Khanna, menjelang hari lahir nahdlatul ulama ke-94 yang diperingati setiap tanggal 31 Januari, sehari pemesanan mencapai 10 hingga 20 kodi. Rata-rata memesan jaket dan atribut banser.
 
Tak hanya jaket,beragam atribut dan pakaian lainnya seperti peci nu, sepatu banser, bendera NU, batik NU, jaket ansor banser, topi, rompi lazis NU, baju NU dan lainnya sebagainya juga dipesan warga nahdliyin. Harganyapun bervariasi mulai ratusan hingga jutaan rupiah. Alhasil, dalam sehari omsetnya mencapai Rp 50 hingga Rp 60 juta.
 
Meskipun pesanannya meningkat, Umi Amin mengaku tak kuwalahan. Dirinya sudah terbiasa melakukan aktivitas ini sendiri.

Pasalnya, setiap ada moment hari besar islam atau hari santri, dirinya sudah terbiasa menerima pesanan dengan jumlah banyak. (yos)

Berita Terkait

Menjelang Harlah ke 94, Atribut NU Laris Manis

Ketum PB NU : Jangan Gunakan Harlah NU Untuk Kampanye Politik

Harlah NU ke-96, Ribuan Warga Nahdliyin Berdoa Untuk Pemilu Damai

Rekor Muri Makan Lele Oleh Muslimat di Kediri
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  11 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  10 jam

Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Pilkada  8 jam

Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber