Berita Terbaru :
Mahasiswa Malasyia Meninggalkan Indonesia Dengan Menggunakan Penerbangan Khusus
Mudik ke Kampung Halaman, Pria Diisolasi di Kantor Desa
Pengemudi Jatuh Tak Sadarkan Diri, Warga Takut Mendekat
Video Call Kondisi Pasien Positif Covid 19 Terus Membaik
Sebanyak 14 PDP Berhasil Disembuhkan,1 Positif Masih Diisolasi
Tim Gugus Tugas Covid-19 Rapid Test Keluarga PDP
Sebar Berita Hoax, Seorang Warga Tertangkap Polisi
Pasca Libur, Pemohon SIM di Polresta Sidoarjo Membludak
ASN Jatuh ke Jurang Saat Potong Pohon Jati
Salah Paham Suara Motor, Seorang Pemuda Dikeroyok
Seorang Warga Negatif Dari Covid 19 Setelah Menjalani Test Poliymerase Chain Reaction
Anggaran 40 M Alokasikan Pemkab Madiun Untuk Penanganan Covid-19
Viral Tim Medis Ber-APD Evakuasi Orang Terlantar Tak Beridentitas Pingsan
Kades Minta Pemkab Nganjuk Memperlakukan Khusus Ratusan Warga Berstatus OTG
Perbaiki Atap, Seorang Pekerja Tersengat Listrik
   

Produk Fashion Karya Warga Lesti Menarik Perhatian Dua Desainer Ternama Tanah Air
Life Style  Minggu, 19-01-2020 | 20:14 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Hasil kerajinan tangan berbahandasar kulit sapi maupun domba nampaknya memiliki daya tarik tersendiri. Seperti Endri Sulaksono, pengrajin sekaligus pemilik Radins art sebuah brand handcrafted asal Kota Batu ini, menghadirkan beragam jenis handicraft berbahan kulit sapi nabati maupun domba.

Dengan mengusung konsep raw rustic yakni memanfaatkan bahan material kulit sisa, Endri mampu menciptakan hasil kerajinan tangan yang sudah berjalan 4 tahun silam, menjadi berkelas sekaligus punya daya jual tinggi.

Ketidakteraturan pola potongan dan bagian cacat pada kulit menjadi daya pikat bagi Endri Sulaksono radin untuk diekspose sebagai karya produk fashion berbahan baku kulit sapi maupun domba.

Lantai atas bagian rumahnya dijadikan ruang untuk berkarya sekaligus mendisplay berbagai produk yang telah ia buat. Produk berbahan kulit yang ia garap sengaja dibuat tak presisi dan asimetris. Namun hal itu yang membuat produknya tampil orisinil dan menarik perhatian dua desainer fashion ternama.

Di ruangan berukuran mungil inilah, Endri Sulaksono Radin memproduksi produk fashion berbahan baku kulit, mulai dari gelang, wadah ponsel, sabuk hingga tas. Ruangan tempatnya berproduksi berada di lantas atas bagian rumahnya yang berada di gang lesti kota batu.

Ruangan itu berjuluk radins art house dengan beragam produk fashion yang dihasilkan berlabel merk E. Sulaksono. Tak hanya sebagai ruang berkreasi, di tempat inilah ia mendisplay karyanya sekaligus tempat untuk berinteraksi dengan konsumen.

Pria yang lama malang melintang berpetualang di berbagai negara di tiga benua ini, memanfaaatkan akun instagramnya untuk mempromosikan produk-produknya.

Seluruh produk fashion yang ia garap dikerjakan tanpa bantuan mesin, murni buatan tangan dengan peralatan-peralatan yang digunakan serba manual.

Titik awal menggeluti kreasi berbahan kulit dimulai sejak tahun 2016 silam. Eksplorasi berbahan kulit ia pilih sebagai bahan baku karenasejak kecil memiliki kecintaan terhadap produk fashion berbahan kulit. Hingga suatu ketika, saat dirinya menetap di ukraina muncul keinginan untuk membikin sendiri produk tas berbahan kulit.

Keinginan bereksplorasi dengan bahan kulit ia wujudkan di tahun 2016. Di awal merintis usahanya ia memanfaatkan limbah kulit sepatu untuk dijadikan produk kulit berukuran kecil seperti gelang, dompet, tempat kartu nama dan ponsel.
Setelah sekian lama menekuni kerajinan berbahan baku kulit akhirnya ia menemukan satu pola raw rustic yang kini menjadi karakter di setiap produknya.

Hingga kesan yang dimuculkan tampil edgy dan natural pada setiap produknya. Harga yang dibanderol pun beragam tergantung dari setiap produk yang ia hasilkan.

"Untuk gelang dibanderol mulai seharga 250 ribu, dompet dibanderol mulai seharga 750 ribu, dan tas dibanderol mulai harga 1,250 juta hingga 5 juta sesuai dengan ukurannya," kata Endri Sulaksono.

Setiap hasil karyanya dirancang secara spontanitas mengikuti intuisinya. Justru dengan cara seperti itulah karya-karyanya menarik perhatian dua desainer fashion ternama tanah air yakni Ai Syarief dan Ichwan Thoha.

Hasil karya tas yang ia produksi sudah ditampilkan dalam peragaan busana di beberapa ajang fashion seperti Surabaya Fashion Week 2019, Jogja Fashion Week 2019 dan Jakarta Fashion Trend 2020.

Hasil produknya pun tak hanya laku di dalam Negeri, namun juga telah menembus hingga mancanegara seperti belanda,Amerika Serikat, Australia, Inggris, Malaysia, Kanada dan Rusia. (yos)

Berita Terkait

Trend Outfit Hijab 2020 Ala Beauty Vlogger Seviq Febinita

Produk Fashion Karya Warga Lesti Menarik Perhatian Dua Desainer Ternama Tanah Air

Fashion Show Carnival Tampilkan Tradisi Daerah

Puluhan Siswa Beradu Kreasi Dalam Fashion Dari Bahan Daur Sampah
Berita Terpopuler
Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  18 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  5 jam

FK Unair Sumbang Washable Hazmat ke RSUD dr Soetomo
Metropolis  14 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber