Berita Terbaru :
Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
Kapolres Malang Cek Kesiapan Bahan Material Pemungutan Suara
   

Produk Fashion Karya Warga Lesti Menarik Perhatian Dua Desainer Ternama Tanah Air
Life Style  Minggu, 19-01-2020 | 20:14 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Hasil kerajinan tangan berbahandasar kulit sapi maupun domba nampaknya memiliki daya tarik tersendiri. Seperti Endri Sulaksono, pengrajin sekaligus pemilik Radins art sebuah brand handcrafted asal Kota Batu ini, menghadirkan beragam jenis handicraft berbahan kulit sapi nabati maupun domba.

Dengan mengusung konsep raw rustic yakni memanfaatkan bahan material kulit sisa, Endri mampu menciptakan hasil kerajinan tangan yang sudah berjalan 4 tahun silam, menjadi berkelas sekaligus punya daya jual tinggi.

Ketidakteraturan pola potongan dan bagian cacat pada kulit menjadi daya pikat bagi Endri Sulaksono radin untuk diekspose sebagai karya produk fashion berbahan baku kulit sapi maupun domba.

Lantai atas bagian rumahnya dijadikan ruang untuk berkarya sekaligus mendisplay berbagai produk yang telah ia buat. Produk berbahan kulit yang ia garap sengaja dibuat tak presisi dan asimetris. Namun hal itu yang membuat produknya tampil orisinil dan menarik perhatian dua desainer fashion ternama.

Di ruangan berukuran mungil inilah, Endri Sulaksono Radin memproduksi produk fashion berbahan baku kulit, mulai dari gelang, wadah ponsel, sabuk hingga tas. Ruangan tempatnya berproduksi berada di lantas atas bagian rumahnya yang berada di gang lesti kota batu.

Ruangan itu berjuluk radins art house dengan beragam produk fashion yang dihasilkan berlabel merk E. Sulaksono. Tak hanya sebagai ruang berkreasi, di tempat inilah ia mendisplay karyanya sekaligus tempat untuk berinteraksi dengan konsumen.

Pria yang lama malang melintang berpetualang di berbagai negara di tiga benua ini, memanfaaatkan akun instagramnya untuk mempromosikan produk-produknya.

Seluruh produk fashion yang ia garap dikerjakan tanpa bantuan mesin, murni buatan tangan dengan peralatan-peralatan yang digunakan serba manual.

Titik awal menggeluti kreasi berbahan kulit dimulai sejak tahun 2016 silam. Eksplorasi berbahan kulit ia pilih sebagai bahan baku karenasejak kecil memiliki kecintaan terhadap produk fashion berbahan kulit. Hingga suatu ketika, saat dirinya menetap di ukraina muncul keinginan untuk membikin sendiri produk tas berbahan kulit.

Keinginan bereksplorasi dengan bahan kulit ia wujudkan di tahun 2016. Di awal merintis usahanya ia memanfaatkan limbah kulit sepatu untuk dijadikan produk kulit berukuran kecil seperti gelang, dompet, tempat kartu nama dan ponsel.
Setelah sekian lama menekuni kerajinan berbahan baku kulit akhirnya ia menemukan satu pola raw rustic yang kini menjadi karakter di setiap produknya.

Hingga kesan yang dimuculkan tampil edgy dan natural pada setiap produknya. Harga yang dibanderol pun beragam tergantung dari setiap produk yang ia hasilkan.

"Untuk gelang dibanderol mulai seharga 250 ribu, dompet dibanderol mulai seharga 750 ribu, dan tas dibanderol mulai harga 1,250 juta hingga 5 juta sesuai dengan ukurannya," kata Endri Sulaksono.

Setiap hasil karyanya dirancang secara spontanitas mengikuti intuisinya. Justru dengan cara seperti itulah karya-karyanya menarik perhatian dua desainer fashion ternama tanah air yakni Ai Syarief dan Ichwan Thoha.

Hasil karya tas yang ia produksi sudah ditampilkan dalam peragaan busana di beberapa ajang fashion seperti Surabaya Fashion Week 2019, Jogja Fashion Week 2019 dan Jakarta Fashion Trend 2020.

Hasil produknya pun tak hanya laku di dalam Negeri, namun juga telah menembus hingga mancanegara seperti belanda,Amerika Serikat, Australia, Inggris, Malaysia, Kanada dan Rusia. (yos)

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Hadiri Peragaan Busana Harmoni Batik Si Banyuwangi

Pameran dan Fashion Show di Tengah Pandemi

Trend Outfit Hijab 2020 Ala Beauty Vlogger Seviq Febinita

Produk Fashion Karya Warga Lesti Menarik Perhatian Dua Desainer Ternama Tanah Air
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  9 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  10 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  7 jam

Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Politik  5 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber