Berita Terbaru :
Diduga Puluhan Santrinya Positif Covid 19, Pengurus Tutup Sementara Pondok Al-Mubtadiin
Terjaring Operasi Masker, Para Pelanggar Diberikan Pilihan Hukumannya Setelah Diceramahi Camat
Meski Panen Raya, Petani Garam Masih Merugi Karena Hujan yang Masih Turun
Kepala Pusjarah Polri Kunjungi Monument Brimob Bukti Menghalau Belanda Tahun 1949
Hari PMI, Sugiri Bagi Bagi Masker dan Susu Telor
Ipong Muchlissoni Temu Komunitas Pemuda Milenial
Limbah Masker Medis Berserakan di Samping Rumah Sakit Covid
Warga Digegerkan Penemuan Bayi Laki-Laki di Sawah Belakang Puskesmas
78 Bangunan Semi Permanen Tanpa Izin Dirubuhkan
Siswi Berhenti Sekolah Karena Tidak Punya HP
Tak Menguanakan Masker Dengan Benar, Puluhan Awak Bus Jalani Sanksi Sosial
Empat Pj Orkes Dangdut Viral Diberi Sanksi Berlapis
Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan Berhasil Diamanakan Oleh Tim Gabungan Covid Hunter
Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
Gudang Mesin Jahit Jalan Veteran Surabaya Ludes Dilalap Api
   

Dampak Cuaca Harga Cabai Makin Mahal
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 18-01-2020 | 14:54 wib
Reporter : Ayul andim
Bagus Sasmito, Kabid Perdagangan Dalam Negeri. Foto: Ayul andim
Surabaya pojokpitu.com, Kenaikan harga cabai yang mencapai harga Rp 65 hingga RP 70 ribu per kilogramnya, dibenarkan Disperindag Provinsi Jawa Timur. Menyebutkan bahwa lonjakan sejumlah harga komoditi termasuk cabai dipicu dampak dari cuaca yang mulai memasuki musim hujan.Sehingga mengakibatkan hasil tani cabe rusak.

Bagus Sasmito, Kabid Perdagangan Dalam Negeri mengatakan, kondisi tersebut dipastikan akan mulai stabil pada Februari mendatang. Sebba menyambut pesta panen cabe di Kediri yang diyakini bisa menstabilkan harga.

"Kenaikan harga sejumlah komoditi sudah terdeteksi sejak awal bulan Januari, yang dipicu karena dampak cuaca yang mulai memasuki musim penghujan, sehingga banyak lahan petani yang mengalami kerusakan dan gagal panen," kata Bagus Sasmito.

Selain itu, timbulnya hama dan virus yang menyerang tanaman mengakibatkan kerusakan. Sehingga stok cabe menurun sementara permintaan meningkat.Kondisi tersebut memicu terjadinya lonjakan harga komoditi seperti cabe yang mencapai Rp 65 hingga RP 70 ribu per kilogramnya.

"Namun kondisi ini dipastikan akan mulai stabil pada Februari mendatang, menyambut pesta panen cabe yang akan berlangsung di Kediri, Lamongan, Tuban dan Banyuwangi," jelas Bagus.

Disinggung kelangkaan cabai, apakah akan berdampak adanya pembatasan sementara untuk mensuplay di luar daerah Jawa Timur, pihaknya menyebutkanselama ini di Jawa Timur untuk stok komoditi cabe masih cukup.Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga telah mengirimkan surat edaran ke Bupati Walikota, terutama sentra produksi tanaman yang memang rentan terhadap perubahan iklim. Agar lebih memprioritaskan kebutuhan masyarakat Jawa Timur sebelum dikirim ke daerah-daerah yang lain. (pul)

Berita Terkait

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram

Pedagang Pasar Wonokromo Keluhkan Naiknya Harga Cabe
Berita Terpopuler
Pasutri di Ngawi Hidup Serba Keterbatasan
Peristiwa  8 jam

Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
Peristiwa  6 jam

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis
Metropolis  6 jam

Gudang Mesin Jahit Jalan Veteran Surabaya Ludes Dilalap Api
Metropolis  6 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber