Berita Terbaru :
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Sempat Ditahan di Malaysia, 154 Orang Pekerja Imigran Indonesia Asal Madura Dideportasi
Tiga Bos Nasional Turun Tangan Selesaikan Konflik Klenteng Tuban
Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam
Tolak UU Omnibus Law, BEM Malang Raya Gelar Aksi Demo
Bencana Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Rumah
Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Dinas Pendidikan Berlakukan Belajar Tatap Muka Tingkat SD-SMP Masuk Zona Hijau dan Kuning
Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Persebaya Tagih Hak Komersial Rp 800 Juta Per Bulan ke PSSI
   

Serangan Hama Ulat Grayak Meluas Hingga Ribuan Hektar
Pantura  Sabtu, 18-01-2020 | 00:12 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Serangan hama ulat grayak di Kabupaten Tuban, meluas hingga menyebar ke ribuan hektar tanaman jagung milik warga. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Serangan hama ulat grayak di Kabupaten Tuban, terus meluas hingga menyebar ke ribuan hektar lahan jagung milik warga. Akibatnya, para petani terancam gagal panen, karena serangan hama ini membuat tanaman jagung rusak dan sebagian mati.

Data dari Dinas Pertanian Tuban, tercatat ada seluas 1.700 hektar lebih lahan tanaman jagung, di 7 kecamatan yang diserang oleh hama ulat grayak tersebut.

Rinciannya, Kecamatan Grabagan seluas 1.434 hektar, Semanding 54 hektar, Montong 132,2 hektar, Kerek 104 hektar, Jatirogo 26 hektar, Palang 6 hektar, dan Kecamatan Bangilan seluas 31 hektar.

Menurut Karno, petani, saat ini serangan ulat tersebut sudah menyebar hampir di 20 kecamatan di Tuban. Hama ulat ini mayoritas menyerang tanaman jagung berumur di bawah umur 30 hari.

Untuk menyelamatkan tanaman jagung, para petani sudah melakukan berbagai upaya salah satunya menyemprot pestisida. "Namun, hama ulat grayak tersebut seolah kebal dan semakin banyak jumlahnya," ujar Karno.

Menurut petugas pengamatan hama penyakit Dinas Pertanian Tuban, Lilik Sujayanto, ada dua jenis ulat grayak yang menyerang tanaman jagung. Masing-masing dengan nama ilmiah spodeptera frugiperda dan spodotera litura.

"Keduanya sama-sama sangat berbahaya karena menyerangnya merata mulai daun hingga ke pangkalnya, sehingga tanaman akan mati apabila tidak cepat ditanggani," ujar Lilik Sujayanto.

Saat ini pihak Dinas Pertanian Tuban, telah melakukan pendataan dan dalam waktu dekat akan memberikan penyuluhan serta pertisida kepada para petani jagung yang terdampak hama ulat. (yos)

Berita Terkait

Serangan Hama Ulat Grayak Meluas Hingga Ribuan Hektar

Masih Usia Muda, Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat

Petani Keluhkan Hama Ulat dan Pasokan Air Untuk Tanaman Tembakau

Hama Ulat Serang Tanaman Bawang Merah di Bojonegoro
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  10 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  8 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  4 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber