Berita Terbaru :
Forkopimda Koordinasi Kamtibmas Saat Pilkada di Masa Pandemi
Batas Waktu 27 September, Semua Paslon Sudah Serahkan Surat Pengunduran Diri
Dua Paslon Kampanye, Calon Walikota Petahana Teno Bagi Masker, Gus Ipul Menyapa Warga Terdampak Banjir
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tren Naik Perkara Perceraian di Tengah Pandemi
Aliansi Cinta NKRI Dukung Polda Jatim Bubarkan Deklarasi KAMI
Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Mayat Seorang Perempuan Ditemukan di Lahan Tebu Gegerkan Warga
Seni Lukis Gentong Bekas Jadi Karya Bernilai Tinggi
Ruko Jual Aneka Kerupuk di Area Pasar Baru Ludes Terbakar, Petugas Butuh 3 Jam Padamkan Api
Bawaslu Temukan Oknum ASN Beri Dukungan, Unggah Gambar Salah Satu Paslon Di Medsos
Tim Cyber Polres Blitar Kota Patroli Dunia Maya Temukan Indikasi Kampanye Hitam
Hipakad Jatim : Jika Aksi KAMI Adalah Makar , Maka Mestinya Diproses Hukum
Sampai Saat Ini Pemprov Jatim Belum Menyerahkan KUA PPAS Kepada DPRD Jatim
Lpg Melon Cepat Habis, Diduga Digunakan Untuk Pertanian
   

Petugas PPK dan PPS Sidoarjo Wajib Cek Kesehatan
Pilkada  Jum'at, 17-01-2020 | 15:10 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Muhamad Iskak, Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo. Foto: Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Menjelang tahapan Pilkada 2021-2026, Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo, melakukan pertemuan dengan Pjs Bupati dan beberapa pihak Jumat, (17/1) siang.

Sesuai intruksi KPU pusat, petugas PPK dan PPS diwajibkan cek kesehatan. Hal ini merupakan syarat penerimaan petugas PPK dan PPS, dengan tujuan mengurangi jumlah korban kematian saat bertugas jalannya Pilkada.

Alasan KPU, jumlah korban meninggla dunia petugas PPK dan PPS saat pemilihan anggota legislatif dan Presiden sangat tinggi. Maka KPU pusat memberikan intruksi bagi Kabupaten/Kota menyelenggarakan Pilkada wajib tes kesehatan saat rekrutmen petugas PPK dan PPS.

Menurut Muhamad IskakKetua KPU Kabupaten Sidoarjo, sebagai syarat penerimaan petugas PPK dan PPS harus sehat jasmani dan rohani. Bahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sudah menyetujui 26 Puskesmas bisa digunakan untuk cek kesehatan calon petugas PPK dan PPS.  "Jika hasil cek kesehatan ditemukan calon petugas PPK dan PPS menderita penyakit berbahaya, maka tidak lolos atau gugur. Hal itu dilakukan untuk mengurangi jumlah korban petugas PPK dan PPS meninggal saat bertugas," kata Muhamad Iskak.

Sementara itu, untuk calon Bupati dan wakil Bupati Sidoarjo diwajibkan cek kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk, yaitu RSUD Sidoarjo. (pul)

Berita Terkait

Petugas PPK dan PPS Sidoarjo Wajib Cek Kesehatan

PPK dan PPS Lumajang Tak Penuhi Kuota Keterwakilan Perempuan
Berita Terpopuler
Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  12 jam

Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Metropolis  2 jam

Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tempo Doeloe  1 jam

Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Madiun Meningkat 100 Persen
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber