Berita Terbaru :
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Ratusan Hektar Sawah Gagal Tanam Akibat Diserang Hama Tikus
Mataraman  Jum'at, 17-01-2020 | 15:00 wib
Reporter : Tova Pradana
Ratusan hektar persawahan milik warga Kabupaten Madiun terdampak hama tikus. Akibat serangan hama tikus itu petani terancam gagal tanam. Foto: Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Serangan hama tikus di Kabupaten Madiun membuat petani dan pemerintah daerah kewalahan. Data dari Dinas Pertanian setempat, tercatat 100 hektar sawah milik petani rusak akibat diserang hewan pengerat.

Berbagai upaya untuk membasmi tikus sudah dilakukan sejak akhir tahun 2019 lalu. Namun karenamusim hujan ketersediaan makanan terus tersedia, maka jumlah populasinyaterus bertambah. Ratusan hektar sawah yang terserang hama tikus itu terdapat di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Balerejo, Pilangkenceng dan Wonoasri.

Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto mengungkapkan, upaya melakukan antisipasi dan pengendalian hama tikus di tahun 2020 dilakukan. Termauk pengadaan emposan tikus hingga 400 unit.

"Kami mengimbau agar para petani mau melakukan upaya memotong siklus makanan agar perkembangan tikus tidak semakin membludak," kata Sumanto.

Dengan cara tidak menanam padi pada musim kemarau 2 (MK2), pada bulan Juni hingga Oktober. Jika penanaman padi dilakukan terus menerus, akan menyiapkan pakan yang terus menerus juga bagi tikus.

Dampak hama tikus pada musim penghujan membuat para petani gagal tanan. Tikus menyerang batang padi yang baru ditanam saat umur 15 hari, mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh bahkan mati. (pul)

Berita Terkait

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah

Antisipasi Serangan Hama Tikus Petani Nekat Pasang Setrum Listrik Walaupun Berbahaya

Basmi Hama Tikus, Petani Ngawi Gunakan Burung Hantu

Cegah Serangan Tikus, Petani Pagari Sawah dengan Galvalum
Berita Terpopuler
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Teknologi  5 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  11 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  9 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber