Berita Terbaru :
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Sempat Ditahan di Malaysia, 154 Orang Pekerja Imigran Indonesia Asal Madura Dideportasi
Tiga Bos Nasional Turun Tangan Selesaikan Konflik Klenteng Tuban
Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam
Tolak UU Omnibus Law, BEM Malang Raya Gelar Aksi Demo
Bencana Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Rumah
Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Dinas Pendidikan Berlakukan Belajar Tatap Muka Tingkat SD-SMP Masuk Zona Hijau dan Kuning
Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Persebaya Tagih Hak Komersial Rp 800 Juta Per Bulan ke PSSI
   

Harga Super Pedas, Lahan Cabai Dijaga Ketat Hingga Lakukan Panen Dini
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 16-01-2020 | 23:07 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Harga super pedas mencapai Rp 70 ribu per kilogram, membuat lahan tanaman cabai di Kota Probolinggo Jawa Timur dijaga ketat pagi siang malam.

Selain penjagaan ketat, petani juga melakukan panen dini. Bayangkan saja, sekali panen di lahan kecil bisa membeli satu unit motor matic.

Dari hari ke hari, harga cabai rawit terus merangkak naik, harga beberapa Minggu sebelumnya di sejumlah pasar tradisional di Kota Probolinggo kisaran Rp 40 ribu per kilogramnya, pada Kamis (16/1) siang harganya sudah mencapai Rp 70 ribu.

Dengan mahalnya harga cabai rawit ini membuat petani di Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo menjaga tanaman cabainya hampir 24 jam penuh.

Selain takut dicuri, ibaratnya cabai saat ini seperti permata, yang harus dijaga dan dirawat setiap saat. Jika lahannya dekat dengan rumah, 1 jam sekali petani mengawasi. Jika jauh dari rumah, mau tidak mau harus menginap pada malam hari, khususnya tanaman cabai yang siap panen.

Awi salah satu petani ini misalnya, dia 1 jam sekali menyambangi lahan cabainya. Untuk sekali 2 kali panen lahan yang tidak terlalu besar, bisa untuk membeli motor matic.

Di petani, cabai dibeli seharga Rp 62 ribu per kilo gramnya. Jika sudah di pasaran mencapai Rp 70 ribu.
Selain penjagaan ekstra ketat, petani lain justru melakukan panen dini. Mereka nekat panen dini, selain harganya mahal juga karena takut rusak akibat musim hujan.

Sunarseh, petani ini misalnya, mahalnya harga ini menjadi berkah tersendiri bagi dirinya. Bayangkan, saat ini dia sudah mendaftar haji hasil dari cabai.

Hanya saja, saat ini petani harus melakukan perawatan ekstra karena musim hujan ini tanaman cabai mudah rusak, mulai daun mengkriting hingga cabai membusuk.   Diperkirakan, beberapa bulan ke depan, harga cabai rawit terus naik. (yos)

Berita Terkait

Musim Penghujan, Harga Cabai dan Bawang Merah Naik

Harga Cabe Menurun Petani Merugi

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  10 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  8 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  5 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber