Berita Terbaru :
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Korupsi Dana Desa Mantan Kades Ditangkap Polisi
Laka Beruntun 4 Truk Terjadi di Jalur Selatan Pasuruan, 3 Penumpang Luka-Luka
   

Cuaca Bruk, Harga Cabai Meroket Hingga Tembus Rp. 60.000 Perkilogram
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 15-01-2020 | 03:15 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Cuaca buruk yang melanda sejumlah daerah menyebabkan harga cabai di Kabupaten Tuban, melambung tinggi. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Komoditas bumbu dapur mengalami kenaikan harga secara drastis atau lebih dari 100 persen dibandingkan harga sebelumnya. Kini harga cabai menembus angka Rp 60 ribu perkilogram, sehingga tak terjangkau masyarakat. Hal ini dikarenakan Cuaca buruk yang melanda sejumlah daerah.

Seperti terpantau di Pasar Baru, jalan Gajahmada Tuban, sejak 2 pekan terakhir, harga cabai mengalami kenaikan drastis hingga lebih dari 100 persen dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Sebelumnya, harga cabai dijual dikisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogramnya. Namun, kini melonjak drastis hingga menembus harga Rp 60 ribu perkilogramnya.

Cabai rawit hijau (cabai lalap) misalnya, yang sebelumnya dijual pedagang dengan harga Rp 25 ribu perkilogram naik menjadi Rp 40 ribu perkilogram.

Harga cabai rawit yang sebelumnya Rp 25 ribu perkilogram, naik menjadi Rp 60 ribu perkilogramnya. Sedangkan harga cabai merah besar atau kriting, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 25 ribu perkilogram, naik drastis menjadi Rp 55 ribu perkilogramnya.

Selain cabai, kenaikan harga juga dialami sejumlah komoditas bumbu dapur lainnya, salah satunya tomat. Tomat yang sebelumnya dijual Rp 5 ribu perkilogram, naik menjadi Rp 10 ribu perkilogram.

Menurut pedagang, Daliyatun, kenaikan harga ini dipicu cuaca buruk yang melanda sejumlah daerah, sehingga para petani cabai gagal panen.

"Kondisi ini membuat stok cabai langka, sehingga harga cabai langsung meroket. Kenaikan ini sudah terjadi sejak akhir tahun," kata Daliyatun.

Kondisi ini membuat ibu rumah tangga mengeluh lantaran harga kian tak terjangkau, salah satunya Watini. Agar tetap bisa belanja kebutuhan dapur lain, ia terpaksa harus mengurangi porsi cabai dalam masakan mereka.

Atas kondisi ini, masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan menangani persoalan ini. Sehingga harga cabai kembali normal. (yos)

Berita Terkait

Musim Penghujan, Harga Cabai dan Bawang Merah Naik

Harga Cabe Menurun Petani Merugi

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah
Berita Terpopuler
Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  10 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  3 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  9 jam

Waspadai Potensi Bencana, Pacitan Pukul Kentongan Serentak
Peristiwa  19 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber