Berita Terbaru :
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Petugas PMK Menyelamatkan Kucing Terjebak di Pipa Paralon Saluran Air
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Viral Oknum Lecehkan Warga Miskin di Sumenep Beredar Luas
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 14-01-2020 | 14:46 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Viral sebuah video oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan atau TKSK di Kabupaten Sumenep, diduga melecehkan warga miskin penerima bantuan pangan non tunai atau BPNT. Bahkan oknum tersebut juga memaksa penerima untuk menyebut telah menerima bantuan sesuai takaran.

Video berdurasi 01.32 menit tersebut menjadi viral sejak beberapa hari lalu di jejaring media sosial. Dalam video tersebut, oknum TKSK meminta warga penerima bantuan pangan non tunai di salah satu warung di Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan, agar mengaku telah menerima beras seberat 10 kilogram. 

Bahkan dalam video tersebut, oknum TKSK mengatakan kepada penerima yang mayoritas kaum ibu-ibu, bahwa beras yang disalurkan itu merupakan kualitas jenis medium. Sebab kalau kualitas premium tidak layak untuk orang miskin, melainkan untuk orang kaya.

Atas beredarnya video tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Moh Iksan langsung berang. Serta mengumpulkan semua TKSK se Kabupaten Sumenep. Termasuk oknum yang diduga terlibat, untuk mengklarifikasi atas kejadian tersebut. "Dalam hasil klarifikasinya, yang bersangkutan mengaku guyon," kata Moh Ikhsan.

Selain memberikan teguran kepada yang bersangkutan, agar tidak mengulangi lagi, juga meminta agar semua petugas tidak bermain-main atau mengambil kesempatan dalam program tersebut. Sebab bila melakukan perbuatan melawan ketentuan berlaku, maka akan menindak dengan tindakan yang lebih tegas. (pul)

Berita Terkait

Viral Press Ban Harga Rp 600 Ribu

Viral Keluhan Pasien Reaktif di Gedung Indoor

Penumpang Melahirkan Didalam Bus Saat Sedang Melaju

Viral Nelayan Mengganggu Kawanan Hiu Tutul
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  13 jam

Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  2 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  4 jam

Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Pendidikan  7 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber