Berita Terbaru :
Tak Mampu Beli Kuota Internet, Siswa Belajar Menggunakan HT
Unik, Emak-Emak Duta Masker Polres Blitar Sosialisasikan Bermasker ke Pasar
Dispertan Ngawi Sarankan Petani Alih Tanam Palawija
Timnas Senior dan Timnas U-19 Berharap Tuah Sidoarjo
Rumput Lama Stadion GBT Sudah Mulai Dikupas
Warga Perumahan Sedati Permai Meninggal Mendadak di Dalam Rumah
Sarbusmi Tuntut Pemprov Jatim Kawal Tindakan PHK Sepihak
Pelanggar Dihukum Baca Pancasila dan Menyapu Pasar
Sakit Hati Diputus Cinta, Pria ini Culik dan Sekap Mantan Pacar
Aniaya Dokter Banyuwangi, Tiga Oknum Ormas Diringkus
PDIP Juga Belum Umumkan 5 Calon Daerah di Jatim
BPK Jawa Timur Menang Gugatan Tingkat Pertama di PN Malang
Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Dituding Dukun Santet, Pria Dibunuh Dengan Raket Nyamuk
Ini Alasan PDIP Belum Umumkan Bacalon Walikota Surabaya
   

Syamsul Arifin, PNS Kecamatan Tambaksari Mengaku Spontan
Hukum  Selasa, 14-01-2020 | 10:08 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Syamsul Arifin, PNS Kecamatan Tambaksari yang didakwa mengucapkan kata rasisme di asrama mahasiswa Papua, mengaku terpancing massa. PNS Bagian Deteksi Dini Kecamatan ini mengaku menyesal telah mengucapkn kata monyet kepada mahasiswa Papua, yang tinggal di asrama Jalan Kalasan Surabaya.

Penyesalan terdakwa Syamsul Arifin, PNS Kecamatan Tambaksari yang didakwa kasus rasisme di asrama mahasiswa Papua ini  diungkapkan dalam persidangan di ruang garuda, Senin sore tadi (13/1). Syamsul Arifin mengaku dirinya mengucapkan kata monyet di asrama mahasiswa Papua lantaran terpancing massa yang juga berkata monyet.

Terdakwa Syamsul Arifin mengatakan bila pengucapan kata monyet tersebut dilakukan secara spontan, setelah melihat bendera merah putih dimasukkan selokan depan asrama. Terdakwa mengungkapkan bila saat massa datang terjadi saling umpat antara mahasiswa Papua dan massa.

Di akhir pemeriksaan terdakwa, Syamsul Arifin kembali mengutarakan penyesalannya atas ucapan monyet. Sidang yang dipimpin hakim Johanes ini akan dilanjutkan Rabu 15 Januari mendatang dengan agenda tuntutan dari jaksa penuntut umum. (end)

Berita Terkait

Aliansi Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa di Grahadi

Tuntut 7 Tahanan Politik Dibebaskan, Mahasiswa Asal Papua Demo di Malang

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara

Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  11 jam

Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Konsultasi Psikologi  6 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  12 jam

DPRD Nganjuk Desak Agar Usaha Pok Pok Ilegal Ditutup
Politik  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber