Berita Terbaru :
Kerajinan Kulit Handmade, Apik dan Awet
Patroli Skala Besar, Petugas Gabungan Sisir Warga Tak Pakai Masker
Menganggur, Seorang Pria Nekat Curi Sepeda
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
   

Balita di Lamongan Diduga Terkena Gizi Buruk
Kesehatan  Senin, 13-01-2020 | 23:22 wib
Reporter : Zulkifli Zakaria
dr Ati Firsiaynti dokter spesialis anak RSUD dr Sugiri
Lamongan pojokpitu.com, Di tengah - tengah pemerintah gencar untuk memerangi stunting atau gizi buruk, ternyata di Kecamatan Karang Geneng Kabupaten Lamongan ditemukan ada balita yang menderita gizi buruk.

Kondisi Balita dua tahun delapan bulan yang menderita gizi buruk tersebut, sudah hampir 3 hari ini di rawat di RSUD dr Sugiri Lamongan. Balita yang berasal dari Desa Latukan Kecamatan Karang Geneng Lamongan tersebut dirawat karena diduga mengalami gizi buruk.

Anak dari Dwi Novita seorang janda, hanya memiliki berat badan hampir 4 kilo gram. Tidak sesuai dengan berat badan Balita pada umumnya, dengan berat badan mencapai 12 kilogram.

Menurut Dwi Novianto ibu balita tersebut, saat lahir berat badan normal yaitu hampir 3 kilo gram. Saat melahirkan tidak ada gejala apapun. Namun sejak beberapa minggu terakhir ini, mendadak berat badannya menurun drastis hingga 4 kilogram. "Karena takut itulah akhirnya saya bawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan," kata Dwi.

Sementara itu menurut dr Ati Firsiaynti dokter spesialis anak RSUD dr Sugiri, bahwa sang Balita tersebut bisa dikatakan terlambat untuk membawa ke Rumah Sakit. Jika melihat kondisi dari kesehatan dan berat badan si Balita sangat jauh di bawah normal. "Dari diagnosa medis, Balita tersebut menderita penyakit marasmus atau kekurangna gizi kronis," kata dr Ati Firsiaynti.

Sang ibu dan nenek dari balita tersebut sempat menangis saat pihak medis melakukan pemeriksaan dan melihat kondisi dari bayi. Terkait dengan hal itu, pihak rumah sakit akan melakukan penanganan khusus dan akan selalu melakukan pemantauan kondisi Balita. (pul)

Berita Terkait

Meilani Alfira Harus Mendapatkan Perawatan Terbaik dan Gratis

Balita di Lamongan Diduga Terkena Gizi Buruk

Bocah Penderita Gizi Buruk Jalani Perawatan

Sangat Butuh Bantuan Bupati, Balita Miskin Ini Tak Beranus dan Jantung Bocor
Berita Terpopuler
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  9 jam

Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  22 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  21 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber