Berita Terbaru :
Patroli Skala Besar, Petugas Gabungan Sisir Warga Tak Pakai Masker
Menganggur, Seorang Pria Nekat Curi Sepeda
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
   

Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi dinkes
Hukum  Senin, 13-01-2020 | 16:37 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Berita Video : Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi dinkes
Malang pojokpitu.com, Usai menetapkan tersangka korupsi dana pembayaran, petugas Pondok Kesehatan Desa Ponkesdes, yaitu Kepala Bagian Keuangan, Johan Charles, kini Kejari menetapkan tersangka baru Kepala Dinas dan Kabag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Kabag Keuangan yang divonis hukuman tiga tahun penjara dan kini mengajukan banding, sudah disusul perkara baru.

Hal itulah yang diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Abdul Qohar dalam konferensi pers pada Senin siang (13/1), terkait penetapan dua tersangka atas kasus korupsi yang dilakukan Kepala Dinas dan Kabag Keuangan Dinkes Kabupaten Malang.

Di hadapan awak media, Kajari mengungkapkan keberhasilannya dalam mengusut kasus korupsi, yang dilakukan Kepala Dinas Dokter Abdurrachman dan Kabag Keuangan Johan Charles senilai Rp 8,595 milyar atas dana kapitasi.

Dana yang seharusnya diperuntukkan untuk biaya operasional dan jasa pelayanan, malah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi kedua tersangka dengan mengambil 7 persen setiap pencairan.

Pihaknya juga sudah memeriksa sebanyak 39 kepala Puskesmas di Kabupaten Malang untuk dimintai keterangan, terkait korupsi dana pembayaran petugas Ponkesdes sejak tahun 2015 hingga 2017 sebesar Rp 600 juta lebih.

"Pihak Pengadilan Negeri Tipidkor Surabaya, sudah mengetok palu dengan mengganjar Kabag Keuangan selama 3 tahun kurungan penjara namun sekarang ini mengajukan banding," kata Abdul Qohar Kajari Kabupaten Malang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi mengobok-obok Dinkes usai penyelidikan dilakukan, dan langsung menyita sejumlah berkas.

Dalam hitungan hari, Kejari langsung memenjarakan tersangka Johan Charles. Selanjutnya, kasus berkembang dengan adanya tersangka baru Kepala Dinas Dinkes dr. Abdurrachman, yang selama ini memerintahkan Johan Charles untuk memotong 7 persen dana kapitasi tersebut.

Hingga saat ini tersangka memang belum ditahan dengan alasan kooperatif dalam pemeriksaan dan dijamin tidak akan kabur. Karena itu, penahanan akan dilakukan usai pemeriksaan berakhir.(end/VD:YAN)

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi dinkes

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kepala Dinas Kesehatan Gresik Mengaku Sakit
Berita Terpopuler
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  8 jam

Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  22 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  21 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber