Berita Terbaru :
Ratusan Prajurit TNI Latihan Terjun di Kawasan Persawahan
Kuasa Hukum Zaenal Abidin Minta Majelis Hakim Obyektif
Usai Ikut Undian Nomor Urut, Eri-Armuji Langsung Menyapa Warga
Pasca Ambil Nomer, Machfud-Mujiaman Ziarah Makam Sawunggaling, Sapa Warga Surat Ijo dan Warga Bumiarjo
Ambil Cuti Wakil Bupati Gresik Gelar Apel Perpisahan
KPU Terbitkan PKPU Nomor 13 Larangan Kampaye Terbuka
KPU Sidoarjo Tidak Mengikutkan Kelana-Dwi Astutik Dalam Pengundian Nomer Urut
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni : Angka 2 Simbol Damai, MA-Mujiaman Solusi Bagi Surabaya
Besok Setiap Paslon Harus Menyerahkan Laporan Dana Awal Kampanye
Pasangan Calon Bupati Achmad Muhdlor Ali-Subandi Mendapatkan Nomer Urut 2
BPN Surabaya II Sosialisasikan Program Trijuang
2 Residivis Pelaku Pembobol Brankas Berisi Uang Puluhan Juta Diringkus
BHS-Taufikuqulbar Mendapat Nomer 1
Massa Kecewa Dengan Anggota DPRD Jatim Kerena Tidak Menemui Mereka
Nomer Urut 1, 2 dan 3 Diakui Para Paslon Pilkada Mojokerto Pembawa Keberuntungan
   

Musim Penghujan Harga Sayuran Merangkak Naik
Ekonomi Dan Bisnis  Minggu, 12-01-2020 | 01:03 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Berita Video : Musim Penghujan Harga Sayuran Merangkak Naik
Jombang pojokpitu.com, Kondisi curah hujan yang terus terjadi membuat harga sayur mayur di Jombang merangkak naik. Kenaikan paling mencolok terjadi pada harga cabai yang tembus Rp 65 ribu perkilogram.

Kenaikan harga berbagai sayur mayur terjadi di sebagian besar pasar tradisional. Untuk harga cabai rawit yang sebelumnya  Rp 35 ribu perkilogram, kini naik menjadi Rp 60 ribu perkilogram. Cabai merah besar dari Rp 35 ribu perkilogram kini naik menjadi Rp 55 ribu perkilogram. Termasuk  cabai hijau tidak mau ketinggalan ikut naik dari Rp 15 ribu perkilogram menjadi Rp 28 ribu perkilogram. Bawang putih juga naik dari Rp 28 ribu perkilogram menjadi Rp 35 ribu perkilogram.
 
Tak hanya itu saja, kenaikan harga juga terjadi pada wortel, dari Rp 10 ribu perkilogram naik menjadi Rp 12 ribu perkilogram, kentang yang sebelumnya Rp 13 ribu perkilogram naik menjadi Rp 16 ribu perkilogram dan tomat juga naik dari Rp 8 ribu perkilogram menjadi Rp 10 ribu perkilogram.
 
Budi Susanto salah satu pedagang mengatakan,  kenaikan terjadi akibat cuaca ektrim sehingga membuat  panen sayur di tingkat petani berkurang.
 
Sementara Marlikatin seorang pembeli mengaku kenaikan tentu saja memberatkan. Karena harus mengurangi jumlah pembelianya. Pembeli berharap pemerintah segera mengendalikan kenaikan harga ini agar tidak semakin melejit.
 
Kenaikan harga sayur mayur sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Penyebabnya karena pasokan sayur ke pasar menurun. Pemasok kesulitan mendapatkan barang karena petani banyak yang gagal panen. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Panen Sayuran dan Palawija di Markas Koarmada 2

Tanam Sayur Untuk Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19

Polisi di Jember Ini Bagikan Sayuran Gratis ke Warga Desa

Pedagang Sayur dari Magetan Dilarang Masuk ke Ponorogo
Berita Terpopuler
GMNI Malang Desak Pemerintah Daerah Perhatikan Kesejahteraan Petani
Malang Raya  7 jam

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang Popok Bayi Ludes Terbakar
Malang Raya  5 jam

Terdampak Kekeringan, Warga Harus Ambil Air di Tengah Hutan
Peristiwa  10 jam

Nikmatnya Kuliner Legendaris Sate dan Becek Menthok
Icip - Icip  12 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber