Berita Terbaru :
Ratusan Prajurit TNI Latihan Terjun di Kawasan Persawahan
Kuasa Hukum Zaenal Abidin Minta Majelis Hakim Obyektif
Usai Ikut Undian Nomor Urut, Eri-Armuji Langsung Menyapa Warga
Pasca Ambil Nomer, Machfud-Mujiaman Ziarah Makam Sawunggaling, Sapa Warga Surat Ijo dan Warga Bumiarjo
Ambil Cuti Wakil Bupati Gresik Gelar Apel Perpisahan
KPU Terbitkan PKPU Nomor 13 Larangan Kampaye Terbuka
KPU Sidoarjo Tidak Mengikutkan Kelana-Dwi Astutik Dalam Pengundian Nomer Urut
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni : Angka 2 Simbol Damai, MA-Mujiaman Solusi Bagi Surabaya
Besok Setiap Paslon Harus Menyerahkan Laporan Dana Awal Kampanye
Pasangan Calon Bupati Achmad Muhdlor Ali-Subandi Mendapatkan Nomer Urut 2
BPN Surabaya II Sosialisasikan Program Trijuang
2 Residivis Pelaku Pembobol Brankas Berisi Uang Puluhan Juta Diringkus
BHS-Taufikuqulbar Mendapat Nomer 1
Massa Kecewa Dengan Anggota DPRD Jatim Kerena Tidak Menemui Mereka
Nomer Urut 1, 2 dan 3 Diakui Para Paslon Pilkada Mojokerto Pembawa Keberuntungan
   

Cukai Naik, Perusahaan Rokok Rumahkan Karyawannya
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 10-01-2020 | 08:10 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Akibat naiknya pita cukai rokok, perusahaan rokok kecil di Jombang terpaksa merumahkan separo pekerjanya. Pasalnya semenjak pemberlakukan kenaikan cukai penjualan rokoknya menurun drastis. Untuk mempertahankan usahanya, mereka terpaksa merumahkan sebagian pekerjanya.

Salah satu perusahaan rokok yang merumahkan karyawannya adalah perusahaan rokok di Desa Plandi Kecamatan Jombang Kota. Dari 50 karyawan, yang  biasa bekerja kini tinggal 23 orang atau hampir separo yang dirumahkan.

Alasan sang pemilik karena tingkat penjualan produknya menurun cukup besar, tingkat penjualan menurun karena daya beli masyarakat juga menurun.  Sejumlah mesin pembuatan rokok ini tampak tidak dioperasikan.

Abdul Rohman, sang pemilik perusahaan rokok mengatakan, sejak diberlakukan cukai baru  pengiriman produk rokok yang memiliki banyak pelanggan  dari luar jawa menurun.  "Jika dalam sebulan biasanya bisa menjual rokok 100 sampai 120 karton, sekarang hanya bisa menjual 40 karton," kata Abdul Rohman.

Rokok Sikaret Kretek Tangan (SKT) miliknya ini biasanya menyasar konsumen kelas menengah ke bawah. Semenjak adanya kenaikan harga tingkat penjualannya juga melamban.

Kenaikan cukai sebesar 10 persen dari 3 persen membuat rokok produknya naik sekitar Rp 500. Kenaikan ini selain akibat cukai juga akibat kenaikan barang produksi lainnya. (yos)

Berita Terkait

Dana Cukai Akan Digunakan Bantu Masyarakat Terdampak

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai

Cukai Naik, Perusahaan Rokok Rumahkan Karyawannya

Cukai Rokok Naik Tak Jadi Ancaman PHK Buruh Pabrik Rokok SKT
Berita Terpopuler
GMNI Malang Desak Pemerintah Daerah Perhatikan Kesejahteraan Petani
Malang Raya  7 jam

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang Popok Bayi Ludes Terbakar
Malang Raya  5 jam

Terdampak Kekeringan, Warga Harus Ambil Air di Tengah Hutan
Peristiwa  10 jam

Nikmatnya Kuliner Legendaris Sate dan Becek Menthok
Icip - Icip  12 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber