Berita Terbaru :
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
KPU Malang Akhiri Verfikasi Paslon Perseorangan Dan Sarankan Kampanye Secara Virtual
Tim Kemensos Beri Pendampingan Hukum Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Pedagang Pasar Diwajibkan Pakai Masker Pelindung Wajah
Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
KPU Malang Sarankan Kampanye Secara Virtual
Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Komisi IX DPR RI Targetkan Pembahasan RUU SKN Selasai Tahun Ini
   

Pelimpahan Tahap 2, Kades Kranggan Dijebloskan ke Bui
Hukum  Kamis, 09-01-2020 | 17:20 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Madiun yang meringkus Kades Kranggan tahun 2017 silam, kini memasuki tahap 2. Berkas dan pelaku dilimpahkan ke Kejaksaan untuk ditindaklajuti dan pelaku langsung dijebloskan ke Lapas Madiun.

Jajaran Unit Tipikor Satreskrim Polres Madiun membawa berkas dan tersangka kasus dugaan pungutan liar dan BKK. Tersangka Kades Kranggan Sriyono digelandang dengan tangan terborgol kabel tis masuk ke ruang bagian pidana umum. Di dalam ruangan tersebut, pelaku menjalani pemeriksaan oleh pihak jaksa penuntut umum.

Dalam pelimpahan tahap dua ini, pemeriksaan dilakukan oleh JPU Kejari Kabupaten Madiun terhadap tersangka, berlangsung lebih dari 3 jam. Motif dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh tersangka, yakni  tersangka meminta atau memaksa bendahara desa untuk mencairkan uang bantuan keuangan khusus senilai Rp 19 juta.

"Atas perbuatannya, tersangka Sriyono yang kini statusnya sebagai kepala desa diberhentikan. Sementara itu, pelaku dijerat pasal berlapis yakni pasal 374 penggelapan dalam jabatan dengan ancaman maksimal penjara 5 tahun, kemudian pasal 378 tentang penipuan dengan kata-kata bohong, dengan ancaman hukuman penjara  maksimal 4 tahun dan juga tersangka dijerat pasal 368 tentang ancaman pemerasan dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 9 tahun," kata Arief Fatchurrohman , Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Madiun.

Tersangka kini harus mendekam di jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1B Madiun. Rencana berkas akan langsung dibawa ke pengadilan negeri setempat.(end)

Berita Terkait

Polisi Tangkap 3 Pelaku Pungli Di Pasar, Satu Orang Ternyata ASN

Aksi Pungli Biaya Pemakaman PDP Corona RSUD Kota Mojokerto Viral di media Sosial

Kepsek Mengaku Tak Menahan Raport Siswa

Ratusan Sopir Self Loader Protes Pungli Pengawalan
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  10 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  8 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  9 jam

Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber