Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pendidikan 

Foto dok pojokpitu.com
Begini Kata Pakar Terkait Penipuan Berkedok Syariah
Kamis, 09-01-2020 | 10:43 wib
Oleh : Juli Susanto
Surabaya pojokpitu.com, Pakar properti dan Ekonomi Syariah Universitas Airlangga Surabaya Imron Mawardi, meminta masyarakat berhati-hati dengan tawaran jual beli berkedok syariah. seperti perkara penipuan properti berkedok sistem syariah yang diungkap Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin (6/1) kemarin.

Menurutnya Imron Mawardi, istilah properti syariah belum memiliki dasar hukum atau fatwa MUI. Sehingga masyarakat patut berhati-hati dan teliti untuk menghindari perkara penipuan, yang berorientasi kepentingan bisnis. "Lebel syariah pada perkara penipuan properti yang diungkap Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin kemarin, hanya modus kejahatan yang berorientasi mencari keuntungan," kata Imron Mawardi.

Belum ada dasar hukum yang jelas terkait istilah properti syariah. Bahkan belum ada fatwa dari MUI. Sebaliknya, yang dilakukan pelaku hanya kedok untuk mencari keuntungan melihat peluang besar dari pasar yang menginginkan sistem syariah.

Pada prinsipnya, dari sisi usaha sistem syariah yakni usaha tidak mengandung riba, tidak mencari keuntungan, sesuatu yang tidak jelas yang menimbulkan kerugian, tidak mengandung sesuatu yang haram, tidak ada bahaya dan kedholiman.
 
Istilah syariah jika dalam properti bukan pada propertinya. Tetapi model penjualannya. Bagaimana orang membeli dengan pembiayaan sesuai syariaah. Seperti perbankkan syariah, dan melihat ada gairah tidak mau riba.

"Konsumen harus berhati-hati terhadap pengembang, pertama kita harus melihat legalitasnya. Seperti untuk perumahan, kita harus melihat beberapa persyaratan diantaranya penetapan rencana umum tata ruang, ijin lokasi, dan IMB dan perizinan lainnya," tambah Imron Mawardi.  

Sebelumnya, Unit Harta Dan Benda, Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar praktik penipuan berkedok properti syariah di Surabaya.

Dalam perkara tersebut polisi menetapkan tersangka terhadap Muhamad Sidik, pemilik PT Cahaya Mentari Pratama, pengembang perumahan Multazam Islamic Residence, yang beralamat di jalan Rungkut Asri Timur, Surabaya. Akibat penipuan itu, puluhan korban menderita kerugian yang ditaksir hingga milyaran rupiah. (pul)


Berita Terkait


Ustadz Yusuf Mansur Diperiksa Polisi Terkait Perumahan Syariah

Asosiasi Developer Property Syariah Akan Somasi Media Online

Rei Jatim Pastikan Tidak Ada Developer Syariah

Begini Kata Pakar Terkait Penipuan Berkedok Syariah


Rei Jatim Pastikan Tidak Ada Developer Syariah

Lahan 12 Hektar Barang Bukti Praktik Penipuan Fiktif Perumahan Syariah di Sedati

Begini Kata Pakar Terkait Penipuan Berkedok Syariah

Polisi Ungkap Penipuan Properti Berkedok Syariah Kerugian Milyaran Rupiah
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber