Berita Terbaru :
Gus Miftah, MA-Mujiaman Pemimpin Yang Bagus Untuk Dipilih
Ratusan Prajurit TNI Latihan Terjun di Kawasan Persawahan
Kuasa Hukum Zaenal Abidin Minta Majelis Hakim Obyektif
Usai Ikut Undian Nomor Urut, Eri-Armuji Langsung Menyapa Warga
Pasca Ambil Nomer, Machfud-Mujiaman Ziarah Makam Sawunggaling, Sapa Warga Surat Ijo dan Warga Bumiarjo
Ambil Cuti Wakil Bupati Gresik Gelar Apel Perpisahan
KPU Terbitkan PKPU Nomor 13 Larangan Kampaye Terbuka
KPU Sidoarjo Tidak Mengikutkan Kelana-Dwi Astutik Dalam Pengundian Nomer Urut
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni : Angka 2 Simbol Damai, MA-Mujiaman Solusi Bagi Surabaya
Besok Setiap Paslon Harus Menyerahkan Laporan Dana Awal Kampanye
Pasangan Calon Bupati Achmad Muhdlor Ali-Subandi Mendapatkan Nomer Urut 2
BPN Surabaya II Sosialisasikan Program Trijuang
2 Residivis Pelaku Pembobol Brankas Berisi Uang Puluhan Juta Diringkus
BHS-Taufikuqulbar Mendapat Nomer 1
Massa Kecewa Dengan Anggota DPRD Jatim Kerena Tidak Menemui Mereka
   

Gelombang Tinggi, Nelayan Teluk Popoh Enggan Melaut
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 09-01-2020 | 06:05 wib
Reporter : Agus Bondan
Selain membahayakan keselamatan, jika tetap nekat melaut hasil ikan yang didapat turun drastis, tidak sebanding dengan biaya operasional. Foto Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Cuaca buruk yang melanda perairan selatan jawa dengan ketinggian gelombang di tengah laut mencapai 2, membuat ratusan nelayan Teluk Popoh Tulungagung enggan melaut.

Nelayan Teluk Popoh , Desa Besole , Kecamatan Besuki , Tulungagung lebih memilih menambatkan perahu dan kapalnya di dermaga Penyelenggara Pelelangan Ikan. Sambil menunggu cuaca kembali normal, sebagian nelayan memperbaiki jaring penangkap ikan yang rusak.

Ketinggian gelombang di tengah laut selatan saat ini mencapai 2 hingga 3 meter, dengan kecepatan angin 8 hingga 10 knot dari arah tenggara. Serta kecepatan arus permukaan mencapai 55 hingga 70 centimeter per detik dari arah timur .

Tingginya gelombang serta kencangnya tiupan angin membuat nelayan tidak berani mengambil resiko untuk pergi melaut menangkap ikan. Sebab dapat menyebabkan kapal dan perahu kecil dapat terbalik dihantam ombak.

"Jika ada nelayan yang tetap nekat melaut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hanya sejauh 3 mil atau hanya mencari ikan disekitar Teluk Popoh," kata Ripangi nelayan Teluk Popoh.
 
Akibat cuaca buruk ini berdampak terhadap merosotnya hasil tangkapan ikan. Saat ini mereka rata-rata hanya mendapatkan tangkapan ikan sebanyak 50 hingga 100 kilogram. Namun jika cuaca normal dapat menghasilkan hingga 10 kuintal. Kondisi tersebut banyak dikeluhkan para nelayan, karena hasil ikan yang di dapat tidak sebanding dengan biaya operasional menangkap ikan. 

Diperkirakan cuaca buruk ini , akan berlangsung hingga 4 hari ke depan. (pul)

Berita Terkait

Perahu Terbalik, Satu Nelayan Lumajang Masih Dicari

Kapal Diterjang Ombak, Seorang Nelayan di Tuban Hilang

Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat

Perahu Nelayan Ditemukan Mengapung di Tengah Laut Tanpa Pemilik
Berita Terpopuler
GMNI Malang Desak Pemerintah Daerah Perhatikan Kesejahteraan Petani
Malang Raya  8 jam

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang Popok Bayi Ludes Terbakar
Malang Raya  6 jam

Terdampak Kekeringan, Warga Harus Ambil Air di Tengah Hutan
Peristiwa  11 jam

Nikmatnya Kuliner Legendaris Sate dan Becek Menthok
Icip - Icip  13 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber