Berita Terbaru :
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
KPU Malang Akhiri Verfikasi Paslon Perseorangan Dan Sarankan Kampanye Secara Virtual
Tim Kemensos Beri Pendampingan Hukum Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Pedagang Pasar Diwajibkan Pakai Masker Pelindung Wajah
Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
KPU Malang Sarankan Kampanye Secara Virtual
Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Komisi IX DPR RI Targetkan Pembahasan RUU SKN Selasai Tahun Ini
   

Demo Ratusan Petani di Kediri Diwarnai Aksi Saling Dorong
Mataraman  Rabu, 08-01-2020 | 17:23 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Benny Kurniawan
Kediri pojokpitu.com, Aksi demo ratusan petani lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri, menuntut agar pihak Perhutani segera melaksanakan program perhutanan sosial berlangsung ricuh. Massa pendemo terlibat saling-dorong dengan pihak kepolisian. Beruntung ricuh reda, setelah Kapolres turun menenangkan massa.

Kericuhan terjadi, saat massa pendemo memaksa masuk ke kantor Perhutani, namun dihadang oleh pihak Kepolisian Resort Kediri Kota, Rabu siang (8/1). Massa pendemo terlibat saling-dorong dan bahkan baku hantam. Bahkan, satu pendemo bajunya robek, akibat terlibat kericuhan dengan petugas.

Aksi kericuhan mereda, setelah Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana turun ke tengah-tengah massa dan meminta kedua belah pihak mundur. Selanjutnya, beberapa perwakilan diperkenankan masuk menemui pihak Perhutani, untuk menyampaikan tuntutannya.

Dengan membawa sejumlah poster, massa menuntut, agar pihak Perhutani segera melaksanakan program perhutanan sosial tanpa KKN.

"Pungutan yang dilakukan oleh oknum Perhutani uang senilai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta, dengan dalih untuk sewa. Padahal, dalam aturan tidak diperbolehkan," ungkap Moh Triyanto, korlap aksi.

Sementara ADM Perum Perhutani Mustopo membantah, pihaknya melakukan pungli atau menarik sewa terhadap petani yang menggarap tanah kosong milik Perhutani. Pihaknya akan melakukan pengecekan terkait dugaan tersebut.

Massa aksi mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar, bila tuntutannya tidak dipenuhi oleh pihak Perhutani.(end)

Berita Terkait

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian

Gelar Demo, Ribuan Petani Tambak Ajak Ketua DPRD Long March

Demo Ratusan Petani di Kediri Diwarnai Aksi Saling Dorong

Bangun Drainase Terlalu Dalam, Petani Protes ke Desa
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  10 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  8 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  9 jam

Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber