Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Tunggakan BPJS Kesehatan Surabaya Sebesar Rp 62,443 Miliar
Kesehatan  Senin, 06-01-2020 | 18:01 wib
Reporter : Selvy Wang
Berita Video : Tunggakan BPJS Kesehatan Surabaya Sebesar Rp 62,443 Miliar
Surabaya pojokpitu.com, BPJS Kesehatan Surabaya memiliki tunggakan pembayaran pada Pemkot Surabaya sebesar Rp 62,443 miliar. Tunggakan ini merupakan klaim dari RS Dokter Soewandhi dan RS BDH Surabaya. Akibat dari tunggakan ini , gaji dokter , perawat dan tenaga kesehatan belum terbayarkan .

Pemerintah Kota Surabaya mencatat ada tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Surabaya sebesar Rp 62,443 miliar yang belum terbayarkan. Tunggakan ini dari klaim 2 rumah sakit milik Pemkot Surabaya yakni RS Dokter Soewandhi dan RS BDH.
 
Menurut Febria Rachmanita, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, tunggakan ini untuk jangka waktu mulai September hingga Desember , meliputi biaya obat , biaya operasi hingga jasa pelayanan. Paling banyak adalah untuk pengobatan sakit jantung dan terapi hemodialisa atau cuci darah.
 
Akibat dari tunggakan ini adalah proses cash flow uang di rumah sakit tidak berjalan, serta belum terbayarkannya gaji dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya, yang jumlahnya mencapai sekitar 1800 orang di 2 rumah sakit tersebut, selama 4 hingga 5 bulan.
 
Febria menambahkan, pihaknya telah berkirim surat ke pihak BPJS sebanyak 4 hingga 5 kali dan dijanjikan akan dibayar pada minggu kedua bulan Januari ini.
 
Meski begitu, Febria menjamin pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemkot Surabaya tidak akan berkurang , karena Pemkot Surabaya juga masih memberi subsidi dari APBD untuk penyediaan obat-obatan .(end/VD:YAN)

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Akan Kembalikan Selisih Kelebihan Iuran Bulanan

Pembiayaan Pasien Covid-19 Dibebankan ke BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Harus Patuhi Keputusan MA

Naik atau Turun Iuran BPJS Kesehatan, Tak Berpengaruh Pada Pelayanan Rumah Sakit
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  10 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  10 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  8 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  8 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber